Kabinet Jokowi

3 Fakta Menarik Soal Mobil Baru Menteri Jokowi, Hanya Ada 102 Unit

PT Toyota Astra Motor (TAM) bertanggung jawab dalam mengadakan mobil baru untuk menteri kabinet baru pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi

3 Fakta Menarik Soal Mobil Baru Menteri Jokowi, Hanya Ada 102 Unit
Toyota
Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-Executive 

TRIBUNNEWS.COM - PT Toyota Astra Motor (TAM) bertanggung jawab dalam mengadakan mobil baru untuk menteri kabinet baru pada periode kedua pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Mobil yang disediakan, yaitu Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Berikut tiga fakta menarik terkait mobil baru menteri Jokowi:

1. Harga Kisaran Rp 1,5 Miliar

Untuk ukuran mobil yang dipakai oleh menteri dan pejabat setingkat menteri, tak heran jika mobil mewah ini diberikan berbagai fitur canggih dan kenyamanan yang ekstra.

Maka itu, harga yang ditawarkan cukup mahal. Jika melihat situs resmi Toyota Global, untuk Crown 2.5 HV G-Executive ini dibanderol 6.323.400 Yen atau sekitar Rp 840 jutaan. Tapi, saat diimpor ke Indonesia, harganya mencapai sekita Rp 1,5 miliar.

Riki Rusdiono, Koordinatoe Kepala Cabang Auto2000 Wikayah DKI 1, mengiyakan hal tersebut. "Harganya kurang lebih sekitar Rp 1,5 miliar," ujar Riki, kepada wartawan, saat customer gathering Auto2000, di Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-Executive
Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-Executive(Toyota)

2. Hanya Ada 102 Unit

Crown Hybrid yang dihadirkan untuk menteri baru Jokowi ini diklaim Toyota tidak akan dijual untuk umum. Jumlah unit yang dihadirkan pun benar-benar terbatas.

"Crown itu kebetulan saya juga yang menangani. Jadi, Crown itu hanya dimasukkan 101 unit khusus untuk kepentingan pemerintah. Sebenarnya 102 unit, tapi satu unitnya merupakan unit homologasi," kata Riki.

Riki menambahkan, unit homologasi ini dikirim untuk diriset dan dipelajari di Kemendag dan Kemenperin uji layaknya. Setelah oke semua, baru yang 101 unit itu didatangkan ke Indonesia.

"Secara kewajiban, kita sudah serahkan pada pihak Setneg pada 30 September, sesuai deadline tanggal penyerahan. Tapi, untuk pendistribusian ke masing-masing menteri, harusnya dalam minggu depan ini," ujar Riki.

Halaman
12
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved