Breaking News:

Tak Bisa Tunjukkan Bukti Fisik Transaksi E-Toll? Ada Denda 2 Kali Tarif Tol Jarak Terjauh

Bagi pengguna tol yang tidak bisa menunjukkan 'bukti fisik' uang elektronik, Jasa Marga tetap mengenakan denda.

Jasa Marga
ILUSTRASI - Gerbang Tol Cikampek Utama 2 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menanggapi informasi yang beredar yang menyebut 'jika uang elektronik hilang, maka denda bisa dihindari melalui pencatatan nomor identitas atau pengambilan foto uang elektronik'.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengkonfirmasi bahwa informasi tersebut tidak benar.

Ia menyatakan, bagi pengguna tol yang tidak bisa menunjukkan 'bukti fisik' uang elektronik, Jasa Marga tetap mengenakan denda.

"Apabila uang elektronik pengguna jalan hilang dan hanya menunjukan data atau foto uang elektronik, tapi tidak dapat menunjukkan fisik uang elektronik), maka pengguna jalan akan tetap dikenakan denda 2 kali tarif tol jarak terjauh," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/1/2020).

Baca: Dirut Jasa Marga ke Ombudsman: Sering-sering Kami Disidak

Dia mengatakan, hal tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 Tahun 2017 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol pasal 86 ayat 2.

Heru mengimbau agar para pengguna jalan menyimpan uang elektronik secara benar, agar mereka tidak dikenakan denda.

Baca: Jasa Marga Lanjut Bangun JPO, Tol Jakarta-Tangerang akan Ditutup Sementara Dini Hari Besok

Ia juga meminta para pengguna jalan untuk memastikan jumlah saldo yang ada dalam uang elektronik tercukupi.

"Terutama untuk pengguna jalan tol sistem tertutup, agar menggunakan satu uang elektronik yang sama untuk transaksi di gardu masuk maupun gardu keluar. Serta memastikan kecukupan saldo untuk menghindari antrean di gerbang tol keluar," kata Heru.

Ada beberapa tahapan terkait penanganan uang elektronik yang hilang di jalan tol dengan sistem tertutup atau sistem pembayaran tarif tol sesuai jarak dengan data penghitungan tarif melalui asal gerbang tol dan tujuan gerbang tol.

Pada tahap awal, para pengguna jalan akan diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan hilangnya uang elektronik oleh Customer Service Supervisor (CSS) di long booth atau kantor gerbang tol.

Kemudian CSS akan mengkonfirmasi kepada pengguna jalan bahwa dengan hilangnya uang elektronik maka pengguna jalan wajib membayar denda sebesar dua kali tarif tol jarak terjauh.

Selanjutnya, CSS akan memberikan informasi terkait tarif terjauh yang ada di ruas jalan tol tersebut.

Informasi itu dilengkapi jenis tarif untuk masing-masing golongan kendaraan.

Lalu tahapan terakhir, pengguna jalan melakukan pembayaran dua kali tarif tol jarak terjauh, seperti yang diinstruksi CSS.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved