Virus Corona

Penjualan Mobil Bekas Meningkat di Tengah Pandemik Covid-19

Kosasih menjelaskan, kebanyakan konsumen memburu mobil di harga Rp 120 juta ke bawah.

Penjualan Mobil Bekas Meningkat di Tengah Pandemik Covid-19
Kompas.com
Ilustrasi - Bursa mobil bekas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan mobil bekas cenderung lebih meningkat di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Bisa jadi, tren ini terjadi karena konsekuensi munculnya anjuran social distancing atau menjaga jarak antar manusia saat kita beraktivitas di luar rumah demi menghambat penyebaran virus corona.

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Herjanto Kosasih mengatakan, situasi sekarang membuat sebagian orang lebih memilih membeli Mobil bekas (Mobkas) untuk mempermudah mobilitas sekaligus menghindari tertular Covid-19 melalui keramaian.

"Kalau dari minggu kemarin, awal Maret ya. Sejak dari pak Jokowi mengumumkan adanya pasien positif Covid-19 di Indonesia, beberapa hari kemudian mulai banyak orang beli mobil seken," tutur Herjanto saat dihubungi Tribunnews, Jumat (20/3/2020).

Kosasih menjelaskan, kebanyakan konsumen memburu mobil di harga Rp 120 juta ke bawah.

Untuk jenis mobil yang diminati, Herjanto menyebut bahwa tipe Low Cost Green Car (LCGC) dan city car sebagai yang paling banyak diburu.

"Terutama yang harga Rp 120 juta ke bawah, jadi kayak Honda Jazz gitu. Tapi yang paling rame itu yang LCGC, kayak Ayla dan Agya, terus juga City Car, itu yang dicari orang. Calya, Sigra itu juga tetep diburu orang. Itu juga harganya Rp 115 jutaan," ungkapnya.

Baca: Avanza Kuasai 38 Persen Pangsa Pasar Low MPV di Januari - Februari 2020

Hingga hari ini, mobil berjenis LCGC dan city car masih tetap diburu pembeli di WTC Mangga Dua.

Lebih lanjut, Herjanto memprediksi penjualan mobkas hingga akhir Maret 2020 masih cenderung normal di angka 2.200 unit.

Baca: Menghitung Biaya Overhaul Bus Hino di Indonesia

"Jadi gini, sebenernya ngga naik ya. Harusnya ngga naik. Maksudnya itu karena kondisi kita kan lagi jelek nih, ekonomi turun, segala macam," ujarnya.

"Penjualan itu harusnya di angka 2.000 unit ke bawah. Bisa hanya 1.700 - 1.800 unit. Ini malah cenderung normal diangka 2.100 - 2.200 unit, prediksi saya bulan ini. Ini penjualan berbagai jenis ya, tapi yang dominan di mobil kecil," terangnya.

Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved