Breaking News:

Kementerian ESDM Berharap Makin Banyak Penelitian soal Mobil Listrik

lewat pergeseran penggunaan mobil berbahan bakar minyak bumi ke mobil listrik dapat dipastikan akan mengurangi impor bahan bakar Indonesia.

Tribunnews/JEPRIMA
PT Sokonindo Automobile (DFSK) menghadirkan mobil minivan bernama Gelora pada pameran kendaraan niaga Giicomvec 2020 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020). Mobil listrik Gelora E diklaim memiliki standar internasional NEDC dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Mobil yang dilengkapi dengan baterai lithium ini memerlukan pengisian daya cepat (super fast charging) selama 80 menit hingga 20-80 persen, atau 8-9 jam untuk pengisian daya secara normal. Uniknya, mobil ini bisa charging di rumah dengan kapasitas 220 volt 20 Ampere. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM menggelar Webinar "Mobil Listrik Harapan atau Ilusi" pada Rabu (17/6/2020).

Kepala BPSDM ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan mobil listrik tak hanya ilusi bagi Indonesia.

"Mobil listrik ini bukan hanya ilusi, di Indonesia aturannya Perpres No 55 tahun 2019 mengenai mobil listrik terbit," tutur Wiratmaja saat Webinar.

Hyundai Ioniq di dealer Hyundai Simprug, Jakarta Selatan. Mobil listrik ini dalam waktu dekat segera dipasarkan untuk konsumen di Indonesia.
Hyundai Ioniq di dealer Hyundai Simprug, Jakarta Selatan. Mobil listrik ini dalam waktu dekat segera dipasarkan untuk konsumen di Indonesia. (TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN)

Kemudian, lewat pergeseran penggunaan mobil berbahan bakar minyak bumi ke mobil listrik dapat dipastikan akan mengurangi impor bahan bakar Indonesia.

BPSDM ESDM sendiri sudah sejak tahun 2015 mendorong dilakukannya penelitian untuk pengembangan kendaraan listrik.

Baca: Percepat Perkembangan Elektrifikasi Mobil Listrik, Honda Dirikan Hynex Mobility Service

"Sebagai petugas di pemerintah, kami di Kementerian ESDM sejak tahun 2015 mendorong terus supaya Indonesia langitnya biru, kalau kendaraannya nanti mayoritas sudah listrik. Tantangannya memang luar biasa dan harapan ya tentu juga sangat luar biasa," terang Wiratmaja.

Selain itu, Kementerian ESDM juga mendorong semakin universitas-universitas di Indonesia ikut melakukan riset mengenai kendaraan listrik.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved