Breaking News:

Kenali Gejala Keracunan Gas Carbon Monoksida Saat Mobil Berhenti, Mesin dan AC Menyala

Jika kadar keracunan gas Carbon Monoksida sudah tinggi bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat.

CASH CARS BUYER
Gas karbon monoksida hasil pembakaran mesin internal combustion tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keracunan gas Carbon Monoksida (CO) bisa terjadi ketika kita berdiam di dalam mobil yang dalam kondisi berhenti dan di saat bersamaan AC dan mesin mobil dinyalakan.

Gas CO merupakan salah satu hasil pembakaran mesin mobil yang dibuang melalui saluran knalpot.  Tapi masalahnya, gas CO tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau.

Faktanya, gejala keracunan gas ini sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada dan seperti berhalusinasi.

Jika kadarnya sudah tinggi bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat.

Karena ciri-cirinya tersamarkan, begitu sadar akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil.

Baca: Toyota Luncurkan SUV Corolla Cross di Pasar Indonesia 6 Agustus 2020 Via Streaming

Namun ada beberapa prakondisi yang membuat gas sisa pembakaran mesin mobil bisa masuk ke dalam kabin mobil dan Anda bisa cegah agar hal ini tidak terjadi.

Berikut beberapa di antaranya seperti penjelasan Auto2000:

1. Knalpot Bocor

Pipa knalpot diarahkan ke belakang mobil untuk memastikan gas buang tidak keluar di bawah dek dan masuk ke dalam kabin.

Karena karat, pipa knalpot bisa bocor di tengah dan menyebabkan gas buang keluar di bawah dek mobil. Gas buang yang terakumulasi bisa menyusup masuk ke dalam kabin.

Baca: Stir Kendaraan Terasa Berat dan Tidak Stabil, Bisa Jadi Ban Perlu Spooring

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved