Breaking News:

Pengamat: Teknologi dan Keamanan Baterai Jadi Hal Paling Krusial di Kendaraan Listrik

DR Yannes Martinus menilai, ada dua hal yang krusial dalam kendaraan listrik yakni teknologi dan keamanan baterai untuk penyimpanan daya listriknya.

Autonews
Mobil listrik Honda e. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) DR Yannes Martinus menilai, ada dua hal yang krusial dalam kendaraan listrik yakni teknologi dan keamanan baterai untuk penyimpanan daya listriknya.

Dia memperkirakan kendaraan listrik di masa depan juga akan berhadapan dengan banyak aspek seperti perubahan perhitungan biaya perjalanan dalam skala besar, jalan tol dan kemacetan lalu-lintas.

"Harus diperhatikan, teknologi dan keamanan baterai akan menjadi hal paling krusial dalam semua kendaraan listrik," kata Martinus dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Senin (14/9/2020).

Kajian ulang perlu dilakukan terhadap studi kelaikan mulai dari rencana bisnis, kesiapan infrastruktur serta dan insentif yang akan diberikan pemerintah agar program ini dapat bersaing dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Yannes menekankan Indonesia perlu berkaca dari China dalam pengembangan industri kendaraan listrik. 

Baca: Mengenal Teknologi One-Pedal Operation di All New Nissan Kicks e-Power, Asyik untuk Jalanan Macet

"Indonesia bisa belajar dari negara China. Apakah Indonesia mau sungguh-sungguh belajar dari negara itu untuk jadi produsen kendaraan listrik nasional, atau hanya akan mengulang kesalahan dan kebiasaan lamanya, dengan hanya menjadikan negara ini sebagai pasar netto yang lebih menguntungkan negara prinsipal pemegang merek, itulah yang nantinya kita bisa lihat dari perjalanan waktu," katanya.

Baca: Mobil Listrik Volkswagen ID.4 Tawarkan Pencahayaan Ambient Cerdas

Lebih lanjut, Yannes menyampaikan Indonesia masih harus mengarungi perjalanan yang panjang dalam proses pengembangan industri kendaraan listrik

Karena itulah kebijakan negara merupakan aspek sangat penting dari solusi transportasi berkelanjutan berbasis baterai ini.

"Ada tiga faktor penentu yang harus dipikirkan secara bersungguh-sungguh untuk mengubah berbagai kelemahan mobil listrik menjadi sebuah kekuatan, yaitu pengembangan teknologi, konsistensi dukungan pemerintah serta perubahan perilaku individu pengguna mobil," sambungnya menerangkan.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menuturkan, pengembangan industri kendaraan listrik di China mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya.

Dengan begitu, China menjadi pemain andal di pasar global.

"Penelitian dan pengembangan industri kendaraan listrik selama ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat sebagai upaya agar produsen dapat terus meningkatkan kualitas produksi," terang Dubes Djauhari.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved