Breaking News:

Irit yang Hits: Paham Prioritas Tanpa Korbankan Identitas

Sebagai anak muda, tentu kita mesti jadi yang terdepan menggaungkan optimisme ini. Semuanya udah jauh lebih mudah kok sekarang.

dok. YouTube

TRIBUNNEWS.COM - Pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh dunia memaksa semua orang untuk segera membuat strategi dan kebiasaan hidup baru. Gimana nggak, dari mulai kebiasaan ngumpul sampai kebiasaan belanja, terkena dampaknya.

Kita yang dulu santai aja cipika-cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri, red) kalau ketemu teman-teman, sekarang mau salaman aja bingung. Dulu kita dengan bangga ikutan arus Hype Beast, kini harus mikir berulang kali untuk belanja online.

Siapa sangka situasi seperti ini bisa terjadi di tengah keseharian kita yang semakin terbuka dan borderless. Semua hal memang selalu berubah, itu sudah jadi hukum dunia. Nggak ada yang abadi, karena hanya perubahan itulah yang abadi. Pernah kan dengar idiom itu? Kondisi kekinian kayaknya jadi bukti terdekat.

Tapi mari kita sikapi perubahan ini dengan mindset positif: bahwa kita sebagai manusia pasti bisa menemukan jalan keluarnya dan menjalani semuanya dengan baik.

Sebagai anak muda, tentu kita mesti jadi yang terdepan menggaungkan optimisme ini. Semuanya udah jauh lebih mudah kok sekarang, nggak seperti jaman orang tua kita dulu. Nggak bisa ketemuan langsung, ya bisa ketemuan online via apps.

Nggak bisa beli baju ke mall, kan bisa via online shop atau website resmi brand fashion yang kamu suka. Nggak bisa sering-sering ngopi, ya datengin kopinya ke rumah kamu, antar pakai jasa pengiriman.

Situasi sekarang juga mengingatkan kita akan pepatah jaman baheula. Hemat pangkal kaya. Yakin deh, kebanyakan dari kita udah nggak pakai pedoman ini, atau malahan udah lupa. Padahal justru pepatah ini yang bisa menyelamatkan kita di situasi yang serba nggak menentu seperti sekarang ini. Hemat alias irit.

Irit berarti pelit? Siapa bilang. Irit itu artinya tahu caranya pakai duit. Irit berarti paham gimana mengelola pengeluaran. Paham skala prioritas, tanpa harus mengorbankan indentitas. Daripada punya sepatu harga jutaan tapi uang kos nunggak. Atau punya tas limited edition tapi pulpen masih minjem. Waduh nggak banget, deh! Udah nggak jaman kita maksain punya sesuatu yang keren tapi mengorbankan kebutuhan kita yang lain. Bisa kok kita dapetin semuanya dengan gaya hidup irit.

Irit bikin nggak bisa hits? Aduh salah besar. Kalau kamu irit, berarti kamu cerdas. Apalagi kalau irit terus ngehits, wah udah deh, that is the real definition of SWAG.

Kebiasaan irit ini bukannya nggak mungkin dilakukan anak muda. Contohnya aja yang udah dilakukan sama SkinnyIndonesian24 dan Pandji Pragiwaksono. Beberapa waktu lalu mereka pernah viral dengan kontennya “YouTuber Hits Juga Ngirit?”. Di sini mereka kasih lihat kalau YouTuber yang penghasilannya udah bukan gaji orang kebanyakan, tetap menerapkan prinsip irit tapi tetap bisa hits dengan pilihannya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved