Breaking News:

Kolaborasi INEOS Bekerja Sama Hyundai dalam Pengembangan Bahan Bakar Hidrogen

Modular fuel cell system ciptaan Hyundai, yang akan digunakan pada kendaraan uji, sudah terbukti keandalan dan efektivitasnya di SUV Hyundai NEXO.

ist
Hyundai Nexo 

"Kami juga berharap keahlian dan pengalaman selama puluhan tahun di bidang hidrogen fuel cell akan bersinergi dengan keahlian dan pengalaman INEOS di bidang kimia dalam rangka memproduksi massal hidrogen yang ramah lingkungan dan fuel cell untuk Grenadier,” katanya.

Baca juga: Mobil Listrik Nissan Kicks e-Power Ludes Terjual dalam Lima Hari

Peter Williams, Technology Director INEOS mengatakan, kesepakatan antara INEOS dan Hyundai menghadirkan peluang-peluang baru bagi kedua perusahaan untuk melanjutkan kepemimpinannya di sektor bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan.

Penjajagan proses produksi, teknologi, dan aplikasi yang baru, dikombinasikan dengan kapabilitas kami sekarang, telah menempatkan kami pada posisi unik untuk memenuhi permintaan akan sumber energi yang rendah karbon dan terjangkau, serta memenuhi kebutuhan pemilik mobil 4x4 di masa depan.”

INEOS baru-baru ini meluncurkan sebuah bisnis baru untuk mengembangkan dan membangun kapasitas hidrogen yang ramah lingkungan di seluruh Eropa, untuk mendorong terciptanya zero-carbon di masa depan.

Perusahaan ini memproduksi 300.000 ton hidrogen per tahun sebagai by-product (produk sampingan) dari kegiatan manufaktur kimianya.

Melalui INOVYN, anak perusahaannya, INEOS adalah operator elektrolisis terbesar di Eropa.

Elektrolisis adalah teknologi penting yang menggunakan energi terbarukan untuk memproduksi hidrogen sebagai bahan bakar pembangkit listrik, transportasi, dan industri.

Pengalamannya dalam menyimpan dan menangani hidrogen dikombinasikan dengan pengetahuannya dalam teknologi elektrolisis, telah menempatkan INEOS dalam posisi penting untuk mendorong kemajuan bahan bakar bebas karbon dengan hidrogen di masa depan.

Pada 2018, Hyundai Motor Group telah mengumumkan roadmap jangka menengah dan panjangnya, yaitu Fuel Cell Vision 2030, untuk meningkatkan produksi tahunan hydrogen fuel cell system ke angka 700.000 unit pada 2030.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved