Breaking News:

Hyundai Ungkap Indonesia Bakal Jadi Basis Ekspor untuk Kawasan Asia Tenggara

Menyoal unit apa yang akan diproduksi, HMID masih mempertimbangkan banyak hal, termasuk pasar

ist
Hyundai Palisade saat Mini Test Drive di Spark, Senayan, Jakarta, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hyundai Motor Company (HMC) berinvestasi di Indonesia dengan membangun sebuah pabrik otomotif di Bekasi, Jawa Barat dengan dana sebesar 1,5 miliar dolar AS atau sekira Rp 21 triliun.

Rencananya, pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2021.

"Korea sudah investasi besar di sini, dari situ enggak main-main. Indonesia akan jadi base ekspor untuk kawasan Asia Tenggara awalnya.

Kita rencana akhir Desember tahun depan pabrik beroperasi.

Jadi masih tetap on going. Kita mikirnya panjang," tutur Managing Director PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Makmur saat Mini Test Drive di Spark, Senayan, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Menyoal unit apa yang akan diproduksi, HMID masih mempertimbangkan banyak hal, termasuk pasar.

Baca juga: Seminggu Diluncurkan, Hyundai Palisade Kantongi 36 SPK

"Menyesuaikan market dari negaranya. Baik secara kuantitas maupun ordernya.

Bisa saja mobil box, tergantung kebutuhan masyarakat dan cocok ngga dengan market di sini. Cuman kalau mobil seperti apa, kita belum tahu," jelas Makmur.

Saat ini, HMID telah memiliki empat produk yang ditawarkan ke konsumen Tanah Air, diantaranya Santa Fe, Palisade, Kona Electric dan Ioniq Electric.

Dari keempat produk yang dijual, Hyundai optimis konsumen Indonesia akan positif menerima produknya.

Untuk awal penjualan produk, HMID masih mendatangkan seluruh unitnya dari Korea Selatan.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved