Akses Masuk Bus Besar Sulit, Kemenhub Diminta Benahi Desain Terminal Anak Air di Kota Padang

Pada lorong pemberhentian bus, akses untuk bus-bus besar yang panjang di Terminal Anak Air dirasakan kurang memadai.

Editor: Choirul Arifin
Ist
Terminal Bus Tipe A Anak Air di Kota Padang. 

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Pembangunan Terminal Anak Air di Kota Padang, Sumatra Barat, hampir rampung. Namun di terminal yang desainnya diklaim menyerupai bandar udara itu masih ditemukan sejumlah kendala.

Kendala-kendala itu ditemukan saat Dirjen Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani bersama Tim PerpalZ TV menyambangi Terminal Anak Air dalam rangkaian perjalanan #PerpalzGoestoSumatra, Rabu (24/3/2021).

Antara lain, sulitnya bus berukuran besar masuk ke area terminal. Sementara, saat ini hampir semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) berukuran besar.

Akses masuk dan pintu gerbangnya dianggap terlalu sempit.

Terminal Anak Air_
Dirjen Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani bersama Tim PerpalZ TV menyambangi Terminal Anak Air dalam rangkaian perjalanan #PerpalzGoestoSumatra, Rabu (24/3/2021).

Begitu juga pada lorong pemberhentian bus, akses untuk bus-bus besar yang panjang dirasakan kurang memadai.

Terminal Anak Air akan menjadi terminal bus utama di kota Padang, menggantikan terminal Lintas Andalas yang berubah menjadi Plaza Andalas dan terminal Bengkuang yang berubah menjadi Balaikota Padang.

Pada 9 Februari 2018 lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan Terminal Anak Air di atas lahan seluas 4,5 hektare.

Baca juga: Pengemudi Bus Masih Hadapi Kelangkaan Solar di Lintas Sumatera, Sampai-sampai Harus Bawa Jerigen

Pembebasan lahan dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang, sedangkan pembangunan fisiknya dikerjakan oleh Pemerintah Pusat.

Terminal ini berdekatan dengan Pasar Lubuk Buaya dan halte kereta api Lubuk Buaya. Selain itu, terminal ini ini juga hanya berjarak sekitar 9 km dari Bandara Internasional Minangkabau dan 3,5 km dari gerbang Jalan Tol Padang–Pekanbaru.

Baca juga: Pandemi Juga Memukul Bisnis Transportasi PO Gumarang Jaya dan Puspa Jaya Lampung

“Kami merasakan, terminal ini harus ada beberapa perbaikan lagi. Tentunya ini demi kenyamanan dan keamanan baik unit bus dan penumpang di terminal ini,” ujar Kurnia Lesani Adnan, host Perpalz TV yang juga Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN).

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Angkutan Jalan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani, akan memerintahkan jajarannyasegera melakukan perbaikan agar Terminal Bus Tipe A Anak Air benar-benar siap untuk dioperasikan.

“Kami telah melihat langsung fakta-fakta di lapangan. Kami akan segera melakukan penanganan dengan bagian yang berhubungan langsung dengan kesiapan terminal ini." ujarnya.

"Pengembangan perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap, semoga musim mudik ini kita sudah bisa melakukan uji coba,” kata Ahmad Yani.

Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumatra Barat Deny Kusdyana berjanji segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna memaksimalkan kesiapan terminal ini kelak jika dioperasikan penuh.

“Secara bertahap kami akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait guna memaksimalkan pengoperasian terminal Anak Air ini. Tentunya beberapa titik yang bermasalah ini akan kita maksimalkan perbaikannya,” jelas Deny.

Mengenai target penyelesaian pembangunan, Deny mengatakan belum bisa memastikan.

"Namun upaya percepatan tengah dilakukan. Diharapkan saat musim mudik terminal sudah siap soft launching sekaligus uji coba," kata Deny Kusdyana.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved