Breaking News:

Fuso Mulai Ngegas Jualan Truk Berstandar Euro 4, Garap Dulu Pasar Sumatera Sebelum Jawa

Standar emisi Euro 4 sebelumnya diberlakukan di sejumlah negara lain di ASEAN seperti Thailand.

IST
Truk Mitsubishi Fuso Fighter FN 62L aplikasi flat bed dipamerkan di booth KTB di pameran otomotif GIIAS 2019 di ICE BSD City. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak beberapa tahun terakhir ini Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) memasarkan truk Fighter yang bermesin commonrail Euro 4 untuk menggarap segmen truk medium duty di Indonesia.

Selain Fighter, KTB juga masih menjual truk Fuso Ganjo yang masih menggunakan mesin mekanikal.

Truk Fighter yang ditampilkan perdana di event GIIAS 2018 kini mulai mendapat respon bagus di pasar. 

Untuk menggenjot penjualan, Fuso makin aktif mensosialisasikan teknologi truk ini ke customer potensialnya sekaligus merespon regulasi emisi Euro 4 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N dan O.

Baca juga: Mengenal Sosok Haji Haryanto, Pengusaha Bus AKAP dengan Hampir 300 Armada yang Rajin Santuni Yatim

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono mengatakan, penetrasi Fighter dengan teknologi common-rail telah mencakup hampir seluruh wilayah operasional di Indonesia.

Baca juga: Secuil Kisah PO Family Raya Ceria, Legenda Transportasi Bus AKAP dari Kota Bangko

"Selama masa transisi, KTB akan mempersiapkan infratruktur yang dibutuhkan terutama pada kesiapan operasional dealer sehingga ketika Euro 4 diimplementasikan, KTB siap memberikan dukungan penuh kepada pelanggan," ungkap Duljatmono di acara media gathering virtual, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Pandemi Juga Memukul Bisnis Transportasi PO Gumarang Jaya dan Puspa Jaya Lampung

Duljatmono mengatakan, untuk memperluas pasar Fighter dan sosialisasi teknologi common-rail, KTB akan fokus pada penetrasi pasar di Sumatera, baru diikuti Kalimantan dan wilayah lain termasuk Jawa.

Standar emisi Euro 4 merupakan akselerasi dari standar emisi Euro 2 yang saat ini berlaku di Indonesia yang dinilai masih menimbulkan polutan.

Standar emisi Euro 4 sebelumnya diberlakukan di sejumlah negara lain di ASEAN seperti Thailand.

Duljatmono menjelaskan, truk bermesin commonrail menjadi prasyarat implementasi Euro 4 oleh pabrikan truk dan produk tersebut dihadirkan melalui truk Fuso Fighter.

Teknologi commonrail ini diklaim membuat konsumsi bahan bakar efisien dan menghasilkan pembakaran sempurna ketika bertemu dengan udara terkompresi yang suhu dan tekanannya tinggi.

Sebelumnya, KTB sempat memasarkan truk bermesin commonrail Fuso FJ series yang diimpor dari BharatBenz India untuk mengantisipasi regulasi truk dengan standar emisi Euro 4.

Namun truk ini kurang mendapat sambutan di pasar lokal.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved