Breaking News:

Pakai Konsep 3P, Daihatsu Berhasil Tingkatkan Produksi Jadi 460.000 Unit Per Bulan

Perpanjangan relaksasi PPnBM, membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus berupaya meningkatkan produksi.

Kompas.com/Febri
Perakitan mobil Toyota Calya di pabrik Astra Daihatsu Motor. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melonjaknya permintaan terhadap produk Daihatsu karena relaksasi PPnBM, membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus berupaya meningkatkan produksi.

Upaya yang dilakukan ialah dengan menerapkan konsep 3P, yakni People (SDM), Production Facility dan Part Control.

Pertama People, Daihatsu berusaha meningkatkan jumlah pekerja dan shift, meningkatkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, serta membentuk Kaizen Task Force Team terkait efisiensi plus produktivitas kerja.

Baca juga: Penjualan Mobil Meningkat, Daihatsu Pastikan Inden Tak Lebih dari 2 Bulan

Kemudian Production Facility, Daihatsu menambah jig dari model-model yang sudah run out sebelumnya untuk meningkatkan kapasitas produksi namun tetap dengan menjaga protokol kesehatan.

Selain itu, ada juga penambahan robot pengecatan yang bertujuan untuk mempercepat proses dan menjaga kualitas produk, serta dapat mengurangi beban kerja karyawan.

Ketiga Part Control, Daihatsu menambah stok bahan baku produksi dari yang biasanya 5 hari menjadi 14 hari.

Marketing Director dan Corporate Planning and Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, mengatakan dengan strategi 3P pihaknya mampu meningkatkan produksi hingga 460.000 unit per bulan.

Baca juga: Daftar Lengkap Harga Mobil Daihatsu Rocky 1.200 cc yang Baru Dirilis, Mulai Rp 185 Jutaan

"Di ADM kita banyak sekali melakukan inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebelumnya kapasitas ADM itu 530.000 unit. Tahun 2020 karena Covid, turun menjadi 330.000 unit. Karena insentif PPnBM ini meningkatkan penjualan jadi kami membuat arrangement diproduksi dengan konsep 3P dan kapasitas menjadi 460.000 unit termasuk di dalamnya mempraktekkan protokol kesehatan. Kami juga memperkecil take time," jelas Amel, Kamis (17/6/2021).

Sayangnya, pada Mei lalu, dengan hari kerja yang relatif singkat membuat jumlah produksi sedikit menurun.

"Pada Mei karena hari bekerjanya sedikit dan banyak libur, jadi kapasitasnya mengikuti hari kerja itu. Tetapi bulan ini saya percaya supply akan meningkat," jelas Amel.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved