Breaking News:

Keuangan Memburuk, Ssangyong Siap-siap Diakuisisi, 2 Perusahaan Lokal Tertarik Masuk

Perusahaan berencana menerima tawaran dari pembeli potensial hingga 15 September mendatang.

dok. Ssangyong Motor
Dealer Ssangyong Motor di Turki. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Perusahaan otomotif Korea Selatan SsangYong Motor Co hingga kini belum berhasil kenyelamatkan kondisi keuangan perusahaan dari keterpurukan.

Demi menghindari risiko kebangkrutan, Ssangyong Motor masih membuka proposal akuisisi hingga pertengahan September mendatang.

Namun, sejumlah sumber industri Yonhap memperkirakan, persaingan hanya akan terjadi dua arah antara dua investor lokal untuk rencana akuisisi ini.

Perusahaan berencana menerima tawaran dari pembeli potensial hingga 15 September mendatang.

Sejauh ini, total ada 11 investor, baik dari dalam maupun luar negeri, telah mengajukan letter of intent untuk mengambil alih SsangYong.

Baca juga: MPV Futuristik Hyundai Staria Meluncur, Sediakan Pilihan 7 dan 9 Kursi

Di antara kandidat utama untuk akuisisi SsangYong adalah SM Group, yang bisnisnya berkisar dari konstruksi hingga manufaktur suku cadang mobil, dan Edison Motors Co., yang telah bekerja sama dengan dana ekuitas lokal, Korea Corporate Governance Improvement (KCGI).

Baca juga: SUV Mini Hyundai Casper Dikabarkan Meluncur 15 September Mendatang

Pada bulan April, SsangYong ditempatkan di bawah kurator pengadilan untuk kedua kalinya setelah menjalani proses yang sama satu dekade sebelumnya.

Langkah itu dilakukan ketika induk perusahaan, India Mahindra & Mahindra Ltd. gagal menarik investor karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan status keuangannya yang memburuk.

Dari Januari hingga Juli, penjualan SsangYong turun 15% menjadi 48.229 mobil dari 56.846 pada periode yang sama tahun lalu. Beberapa produksi SsangYong yang paling laris terdiri dari SUV Tivoli, Korando, Rexton dan Rexton Sports.

Baca Juga: Semakin ekspansif, Xiaomi gencar perbanyak lini usaha

SAIC Motor Corp yang berbasis di China mengakuisisi 51% saham SsangYong pada 2004, tetapi melepaskan kendalinya atas produsen mobil itu pada 2009 setelah krisis keuangan global.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved