Breaking News:

Tank Harimau Produksi Pindad Diminati Militer Bangladesh dan Filipina

Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, Tank Harimau kini sudah diproduksi atau sudah mulai tahap joint production.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Delegasi Filipina yang dipimpin Undersecretary for Finance and Materiel, Department of National Defense Philipina, Raymundo Dv Elefante (kemeja biru muda) didampingi Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose (kemeja putih) naik Medium Tank Harimau produksi PT Pindad saat melakukan kunjungan ke PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (28/2/2020). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Philipina tentang kerjasama bidang logistik dan industri pertahanan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Reporter Kontan, Ratih Waseso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Bangladesh dan Filipina menyatakan minatnya membeli tank Harimau produksi PT Pindad. Tank Harimau merupakan medium hasil kerjasama industri pertahanan antara Indonesia dengan Turki.

Filipina dan Bangladesh telah menyatakan minatnya untuk membeli tank harimau.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, Tank Harimau kini sudah diproduksi atau sudah mulai tahap joint production.

"Jumlah pesanan dari pemerintah Indonesia itu diselesaikan sekarang adalah 18 tank dan sudah ada beberapa negara lain yang berminat untuk membeli Indonesia antara lain Filipina kemudian Bangladesh yang sudah menyampaikan keinginan untuk bisa membeli produk tersebut," kata Iqbal dalam diskusi virtual, Jumat (15/10/2021).

Iqbal juga mengungkap, Menteri Pertahanan Indonesia telah melakukan kunjungan Turki sebanyak tujuh kali dalam setahun terakhir untuk kerjasama pertahanan dan kerjasama industri pertahanan.

Delegasi Filipina yang dipimpin Undersecretary for Finance and Materiel, Department of National Defense Philipina, Raymundo Dv Elefante (kemeja biru muda) didampingi Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose (kemeja putih) naik Medium Tank Harimau produksi PT Pindad saat melakukan kunjungan ke PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (28/2/2020). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Philipina tentang kerjasama bidang logistik dan industri pertahanan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Delegasi Filipina yang dipimpin Undersecretary for Finance and Materiel, Department of National Defense Philipina, Raymundo Dv Elefante (kemeja biru muda) didampingi Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose (kemeja putih) naik Medium Tank Harimau produksi PT Pindad saat melakukan kunjungan ke PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (28/2/2020). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Philipina tentang kerjasama bidang logistik dan industri pertahanan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Indonesia melihat Turki sebagai alternatif untuk pengadaan alutsista, lantaran posisi Turki sebagai anggota NATO. Serta fakta bahwa Turki telah mampu memenuhi 70% dari suplai alutsistanya sendiri.

Kerjasama yang dilakukan kedua negara ialah pengembangan medium tank. Dimana proses kerjasama tersebut dimulai dari join design, join development dan join production.

Baca juga: Mengintip Teknologi Baru Pabrikan Pindad di Incenerator Penghancur Limbah B3

"Untuk yang pertama untuk memenuhi kebutuhan Indonesia sekitar 18. Kerjasama ini dilakukan antara FNSS di Turki dan PT Pindad," imbuhnya.

Iqbal menekankan, seluruh proses pembelian alutsista di Turki merupakan government to government (G2G process). Meksi demikian untuk pelaksanaannya akan menunjuk perusahaan.

Baca juga: Prabowo Borong 25 Ribu Senapan Pindad Untuk Latihan Komponen Cadangan

"Kedua belah pihak perusahaan yang akan eksekusi. Kerjasama ini semua G2G dan semua mengakomodir buat transfer teknologi dan joint production di Indonesia," jelasnya.

Pemilihan medium tank ini merupakan bagian kecil dari kerjasama industri pertahanan Indonesia dan Turki.

Di bidang lain juga terbuka, misalnya kerjasama untuk di bidang angkatan laut, angkatan udara dan angkatan darat.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Filipina dan Bangladesh berminat beli tank harimau kerjasama Indonesia-Turki

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved