Breaking News:

Stellantis NV Dikabarkan Lakukan PHK Massal Mulai Pekan Depan

Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan Stellantis NV seiring dengan adanya badai PHK yang tengah dihadapi berbagai industri global.

Dok. Jobplanet
Ilustrasi PHK - Stellantis NV Dikabarkan Lakukan PHK Massal Pada Karyawannya 

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Produsen mobil terbesar keempat di dunia Stellantis NV, dikabarkan tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya yang berada di pabrik stamping Sterling Heights di Michigan, Amerika Serikat (AS).

Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan Stellantis NV seiring dengan adanya badai PHK yang tengah dihadapi berbagai industri global.

Dilansir dari Reuters PHK tersebut akan dilakukan Stellantis mulai minggu depan.

Baca juga: Shopee Pastikan PHK Massal Karyawan Tidak Berdampak ke Indonesia

Sebagai informasi pabrik stamping Sterling Heights merupakan salah satu pabrik stamping atau pembentukan logam terbesar di dunia, dengan jumlah karyawan mencapai 2.184 pekerja.

Melalui pabrik inilah Stellantis NV memasok kebutuhan komponen bodi mobil bagi kendaraan otomotifnya.

Sayangnya hingga saat ini Stellantis NV masih enggan mengomentari berapa banyak jumlah karyawannya yang akan terkena PHK.

Namun menurut informasi yang beredar adanya PHK ini dilakukan lantaran Stellantis NV tengah mengalami krisis pasokan semikonduktor, hal inilah yang membuat pabrik otomotif Stellantis berencana untuk mengubah strateginya dengan mengoperasikan pabrik melalui cara yang lebih berkelanjutan.

"Stellantis terus bekerja sama dengan pemasok kami untuk mengurangi dampak manufaktur yang disebabkan oleh berbagai masalah rantai pasokan yang dihadapi industri kami," kata juru bicara Stellantis NV.

Baca juga: Daftar Startup di Indonesia yang Melakukan PHK Sepanjang Tahun 2022

Sebelum beredarnya informasi ini pada awal bulan Juni perusahaan otomotif Stellantis dikabarkan telah menghentikan kegiatan operasinya di pabrik utama Melfi yang berlokasi di Italia selatan. Dengan alasan karena adanya krisis suku cadang, termasuk produk semikonduktor.

"Karena situasinya terus berubah-ubah, kami membuat penyesuaian produksi seperlunya untuk meminimalkan dampak produksi tambahan," tutup juru bicara Stellantis NV.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved