GIIAS 2022

Puji Ekspor Industri Otomotif Indonesia Tembus ke 80 Negara, Menperin Agus: Mereka Pahlawan Devisa

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi capaian kinerja industri otomotif Tanah Air

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews/fin
Salah satu stand GIIAS 2022 di ICE BSD 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi capaian kinerja industri otomotif Indonesia yang dinilai sangat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, industri otomotif Indonesia dapat disebut sebagai pahlawan devisa.

Pasalnya, kinerja ekspor sektor tersebut mampu menembus ke 80 negara di berbagai belahan dunia. Baik itu produksi kendaraan, komponen, maupun suku cadang.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut GIIAS Lebih Banyak Sajikan Kendaraan Listrik

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi- tingginya atas capaian dan kontribusi para produsen kendaraan, komponen, suku cadang yang telah mendukung perkembangan industri otomotif tanah air serta pertumbuhan perekonomian nasional dengan membawa masuk devisa dari ekspor ke lebih dari 80 negara,” ucap Menperin Agus dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).

“Mereka adalah pahlawan devisa kita,” sambungnya.

Menperin Agus kembali mengatakan, dalam setahun terakhir, berbagai capaian telah ditunjukkan oleh industri otomotif.

Di antaranya, pertumbuhan hingga 7,35 persen pada kuartal II-2022, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang mencapai 4,33 persen.

Saat ini terdapat 21 industri perakitan kendaraan roda 4 atau lebih, dengan total investasi Rp140 triliun.

Dari investasi tersebut, 83,3 persen berasal dari Jepang, 7,5 persen dari Korea Selatan, dan 8,1 persen dari Republik Rakyat Tiongkok.

“Sedangkan sisanya berasal dari Uni Eropa dan penanaman modal dalam negeri,” ujar Menteri Agus.

Menperin juga mengapresiasi peningkatan jumlah model kendaraan yang diproduksi di dalam negeri. Ia berharap dengan meningkatnya pilihan model kendaraan akan menambah tawaran model untuk pasar ekspor.

Baca juga: Luncurkan MPV Stargazer, Hyundai Boyong 25 Mobil di GIIAS 2022

Namun demikian, di samping pencapaian selama setahun terakhir, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh industri otomotif.

Beberapa tantangan diantaranya kekurangan bahan baku, masalah semi- konduktor, logistik dan transportasi, juga biaya energi yang tinggi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan perlu untuk mengembangkan sayap untuk menjangkau pasar-pasar baru, menguatkan inovasi, serta meningkatkan anggaran research & development (R&D).

Menurut Agus, hal ini akan menjadi basis bagi Kemenperin dalam memperjuangkan insentif untuk industri otomotif.

Baca juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Dijadwalkan Buka Pameran GIIAS 2022 di ICE BSD

“Inovasi serta ketersediaan bahan baku merupakan kunci bagi masa depan industri otomotif,” tegas Agus.

Kemenperin dan para stakeholder juga berupaya memastikan bahwa proses produksi industri otomotif dapat berjalan dengan baik, termasuk dalam hal ketersediaan bahan baku.

“Kami juga meminta komitmen para pelaku industri otomotif untuk meningkatkan kandungan produk lokal, baik suku cadang maupun komponen, dalam proses manufaktur,” pungkas Menperin.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved