Pasokan Suku Cadang Terganggu, Honda Berencana Pangkas Produksi Hingga 40 Persen

Keterlambatan dalam menerima suku cadang dan logistik akibat penguncian ketat terkait Covid-19 di China.

ONCOTTON
Logo Honda. Keterlambatan dalam menerima suku cadang dan logistik memengaruhi produksi berbagai kendaraan, seperti kendaraan sport Vezel, minivan Stepwgn dan mobil kompak Civic. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Produsen motor dan mobil berbasis di Jepang, Honda Motor Company berencana memangkas produksi hingga 40 persen akibat dari gangguan rantai pasokan dan logistik.

Selain itu, Honda juga telah menunjukkan kehati-hatiannya terhadap krisis chip semikonduktor yang sewaktu-waktu dapat terjadi kembali.

Dikutip dari Reuters, Jumat (26/8/2022) pabrik perakitannya yang berada di prefektur Saitama, Utara Tokyo, akan memangkas produksi sekitar 40 persen mulai awal bulan depan.

Baca juga: Produksi Honda Terhambat, Konsumen Brio Harus Inden 2 Bulan

Sedangkan dua pabrik di Suzuka, Jepang barat, juga akan mengurangi produksi sekitar 30 persen pada awal September.

Honda menyebut keterlambatan dalam menerima suku cadang dan logistik akibat penguncian ketat terkait Covid-19 di China. Hal ini memengaruhi produksi berbagai kendaraan, seperti kendaraan sport Vezel, minivan Stepwgn dan mobil kompak Civic.

“Pabrik Saitama dan pabrik Suzuka akan memangkas produksi masing-masing sekitar 10 persen dan 30 persen, untuk sisa bulan ini,” kata pembuat mobil.

Sementara itu, pesaing Honda yakni Toyota Motor Corp tetap optimis pada rencana produksinya, mempertahankan rekor 9,7 juta target produksi kendaraan global untuk tahun keuangan saat ini yang berakhir pada Maret 2023.

Baca juga: Honda Pertimbangkan untuk Kurangi Rantai Pasokan dari China

Toyota juga mengatakan, prospek produksi dan penjualannya akan meningkat mulai Agustus dan seterusnya.

Awal bulan ini, Toyota mengatakan bahwa pihaknya akan memproduksi sekitar 850.000 unit kendaraan secara global di bulan September dan akan berusaha meningkatkan produksi hingga November, tergantung pada pasokan suku cadang dan personel.

Di sisi lain, pada hari Rabu (24/8), Honda mempertimbangkan untuk membangun rantai pasokan terpisah demi mengurangi ketergantungannya pada China.

Hampir 40 persen suku cadang mobil Honda diambil dari pemasok yang berasal Cina.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved