Badai Topan di Jepang Sebabkan Toyota dan Nissan Tangguhkan Produksinya

Jepang telah bersiap menghadapi dampak dari badai topan Hinnamnor yang diperkirakan akan sampai di negara itu pada hari Selasa (6/9).

zoom-inlihat foto Badai Topan di Jepang Sebabkan Toyota dan Nissan Tangguhkan Produksinya
KOMPAS.com/Zulkifli BJ
Ilustrasi pabrik perakitan mobil Toyota. Jepang telah bersiap menghadapi dampak dari badai topan Hinnamnor yang diperkirakan akan sampai di negara itu pada hari Selasa (6/9).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Jepang telah bersiap menghadapi dampak dari badai topan Hinnamnor yang diperkirakan akan sampai di negara itu pada hari Selasa (6/9).

“Sekitar 70 penerbangan dibatalkan pada Senin (5/9),” kata media Jepang.

Selain itu, beberapa perusahaan telah menangguhkan produksinya, terutama di pabrik-pabrik di bagian barat negara itu.

“Beberapa bagian dari Pulau Kyushu diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas lebat dalam 24 jam ke depan hingga Selasa siang,” kata Badan Meteorologi Jepang, sembari memperingatkan angin kencang dan gelombang tinggi.

Baca juga: Ketua IMI Bamsoet Tinjau Mobil Modifikasi Blackstone Live Modz 2022 Milik Andre Taulany

Dikutip dari Japan Today, Selasa (6/9/2022), Toyota Motor Corp mengatakan, akan menangguhkan beberapa shift malam di tiga pabrik di Jepang barat, sementara anak perusahaan Nissan Motor Corp dan Nissan Shatai Co di prefektur Fukuoka menangguhkan produksi untuk shift Senin malam dan Selasa siang.

Toyota akan menangguhkan produksi shift Senin malam mulai pukul 9 malam. dan membatalkan produksi pada Selasa pagi di tiga pabrik di Prefektur Fukuoka.

Produsen mobil itu juga mengharapkan dapat melanjutkan produksinya pada shift Selasa malam.

Penurunan Produksi Toyota

Pada akhir bulan Agustus, Toyota mengumumkan penurunan produksi kendaraannya secara global sebesar 8,6 persen tahun ke tahun.

Mengutip dari Reuters, produsen mobil itu menyebut wabah COVID-19, cuaca buruk di Jepang, dan krisis pasokan chip semikonduktor menjadi penyebab menurunnya produksi.

Di sisi lain, Toyota juga optimis bahwa produksi kendaraannya untuk bulan September ini dapat meningkat sekitar 850.000 unit.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved