Toyota Siap Luncurkan Kendaraan Berbahan Bakar Fleksibel di India pada Akhir Bulan Ini

Kendaraan berbahan bakar fleksibel merupakan kendaraan yang menggunakan dua jenis bahan bakar atau campuran bahan bakar

Istimewa
Toyota bersiap meluncurkan kendaraan berbahan bakar fleksibel di India pada 28 September mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI – Toyota bersiap meluncurkan kendaraan berbahan bakar fleksibel di India pada 28 September mendatang.

Dikutip dari Business Standard, Kamis (15/9/2022) kendaraan berbahan bakar fleksibel merupakan kendaraan yang menggunakan dua jenis bahan bakar atau campuran bahan bakar, seperti bensin yang dicampur dengan etanol.

Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari mengatakan bahwa sekitar 35 persen polusi di India tercipta oleh kendaraan berbahan bakar fosil.

Baca juga: Penjualan Mobil Naik 12 Persen pada Agustus 2022, Toyota dan Daihatsu Jadi Penyumbang Terbanyak

Dia menyebut bahan bakar alternatif seperti etanol harus dikembangkan karena hemat biaya dan bebas polusi.

"Sama seperti Brasil, Kanada, dan AS, saya telah mengimbau industri otomotif di India untuk mulai memproduksi kendaraan berbahan bakar fleksibel,” kata Gadkari.

Gadkari juga mengatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk ke era transportasi hijau yang ramah lingkungan.

"Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri peluncuran satu truk LNG (liquified natural gas) di Pune. Saya juga mendapat undangan dari Mercedes untuk menghadiri peluncuran mobil listrik mereka di Pune," katanya.

Kemudian, dia akan mendukung semua pihak yang melakukan penelitian terkait bahan bakar alternatif.

Baca juga: Mau Beli Mobil? Ini Daftar Toyota Agya Bekas Dibanderol Mulai Rp70 Juta

Toyota Fokus Menuju 2050 Tanpa Emisi

Pertengahan tahun 2021 lalu, Toyota telah mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki target untuk mengurangi emisi hingga 90 persen di semua kendaraannya pada 2050 mendatang.

Untuk mencapai target itu, Toyota akan mendistribusikan 5,5 juta kendaraan listrik (EV) pada 2030.

Mengutip dari toyota.co.id, produsen mobil itu juga menargetkan seluruh jaringan global perusahaan memiliki fasilitas dan sistem untuk mengumpulkan dan mendaur ulang baterai.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved