Jumat, 5 Juni 2026

Tips Merawat Komponen Rem di Mobil Suzuki, Cek Juga Kualitas Minyak Rem

Pemilik kendaraan disarankan merawat secara berkala sistem pengereman di kendaraannya sebagai antisipasi menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok. PT SIS
JANGAN TUNDA - Hindari menunda penggantian komponen rem yang sudah aus demi mencegah risiko kegagalan fungsi rem, terutama dalam kondisi lalu lintas padat, dapat berakibat fatal dan mengancam keselamatan seluruh pengguna jalan. 
Ringkasan Berita:
  • Pemilik kendaraan disarankan selalu merawat secara berkala sistem pengereman di kendaraannya sebagai antisipasi menghadapi situasi darurat di jalan raya.
  • Periksa ketebalan kampas rem (brake pads), jika ketebalan sudah di bawah batas minimal, segera lakukan penggantian sebelum merusak bagian lain.
  • Pastikan juga piston pada kaliper rem dapat bergerak bebas tanpa hambatan dengan memberikan pelumasan khusus pada pin caliper.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sistem pengereman di kendaraan menjaga keselamatan kita di perjalanan dan mencegahnya dari risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan di jalan.

Saat membawa mobil untuk perjalanan jauh dengan membawa beban berlebih secara otomatis meningkatkan gaya inersia dan memperpanjang jarak pengereman.

Karena itu, pemilik kendaraan disarankan selalu merawat secara berkala sistem pengereman di kendaraannya. Menjaga sistem rem tetap optimal bukan sekadar meningkatkan kenyamanan, tapi juga sebagai antisipasi menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan saat melakukan perawatan sistem pengereman di mobil.

1. Inspeksi Komponen Mekanis dan Gesekan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa ketebalan kampas rem (brake pads/shoes) untuk memastikan daya cengkram tetap optimal.

Jika ketebalan sudah di bawah batas minimal, segera lakukan penggantian sebelum merusak bagian lain.

Perhatikan juga kondisi permukaan piringan cakram (disc brake) agar tetap rata dan tidak mengalami gejala warped yang dapat menimbulkan getaran pada setir saat pengereman.

Baca juga: Kapan Wiper Mobil Perlu Segera Diganti, Apa Efeknya Jika Diabaikan? Begini Tanggapan Bosch

Selain bagian depan, pemeriksaan rem tromol pada roda belakang juga tidak boleh terlewatkan untuk menjaga keseimbangan daya henti.

"Lakukan penyetelan ulang celah sepatu rem agar kinerja rem tangan tetap pakem saat kendaraan harus berhenti di tanjakan curam," saran Hariadi.

Pastikan juga piston pada kaliper rem dapat bergerak bebas tanpa hambatan dengan memberikan pelumasan khusus pada pin caliper.

2. Pemeliharaan Sistem Hidraulis dan Cairan

Saat merawat sistem pengereman mobil perhatikan pula kualitas minyak rem (brake fluid). Ini karena minyak rem berperan menyalurkan tekanan dari pedal ke seluruh roda secara akurat. 

Karena bersifat higroskopis, minyak rem dapat menyerap uap air yang menurunkan titik didih minyak rem dan berisiko memicu korosi internal.

Baca juga: Tips Memilih Cairan Pendingin Radiator di Negara Iklim Tropis

“Pastikan mobil Suzuki Anda menggunakan cairan Ecstar dengan standar DOT 3 atau DOT 4 sesuai spesifikasi pabrikan guna menghindari kerusakan seal karet,” saran Hariadi

Jika terdapat udara pada sistem hidraulis rem, maka dapat menyebabkan pedal rem terasa lemah.

Lakukan proses bleeding rem dengan benar agar seluruh udara yang terperangkap pada sistem hilang, sehingga tekanan booster rem dan master rem tetap berada pada kondisi prima.

Periksa juga apakah ada gejala selang fleksibel yang mengembang atau retak, karena kerusakan kecil pada bagian ini dapat menyebabkan kebocoran tekanan.

3. Antisipasi Panas Berlebih

Saat membawa mobil di medan terjal pegunungan dengan turunan tajam, risiko brake fade atau penurunan daya pengereman akibat panas ekstrem sering kali terjadi.

Kondisi ini bisa diperparah oleh vapor lock, yaitu penguapan minyak rem yang membuat rem kehilangan daya tekan sepenuhnya.

Untuk menghindarinya, kombinasikan penggunaan rem dengan teknik engine brake guna membantu mengurangi beban kerja mekanis pada piringan dan kampas rem.

Baca juga: Cara Mudah Merawat Aki Mobil, Waspadai Bunga Oksidasi yang Bikin Setrum Melemah 

Pada mobil modern yang sudah dilengkapi dengan fitur ABS (Anti-lock Braking System), pastikan seluruh sensor kecepatan roda dalam kondisi bersih.

Menurut Hariadi, fitur EBD dan Brake Assist sangat membantu distribusi gaya pengereman secara elektronik, terutama saat mobil bermuatan penuh penumpang serta barang bawaan.

Dia juga mengingatkan jika lampu peringatan rem atau simbol ABS pada dashboard menyala, segera lakukan diagnosa di bengkel resmi.

Hariadi menekankan, pembersihan debu sisa gesekan dan pengecekan kebocoran pada silinder roda akan memberikan ketenangan batin selama berkendara.

Hindari menunda penggantian komponen rem yang sudah aus demi mencegah risiko kegagalan fungsi rem, terutama dalam kondisi lalu lintas padat, dapat berakibat fatal dan mengancam keselamatan seluruh pengguna jalan.

Pemilik mobil juga diimbau memperhatikan selalu tanda-tanda abnormal seperti suara berdecit, bau terbakar, atau tarikan rem tidak seimbang.

“Respon cepat terhadap gejala awal kerusakan dapat menyelamatkan Anda dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari," Hariadi mengingatkan.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved