Breaking News:

Pernikahan Dini Bak Fenomena Gunung Es, Guru BK Atasi Lewat Tindakan Preventif

Untuk mencegah pernikahan dini ada cara yang dapat dilakukan seperti tindakan preventif yang datang dari sekolah, apa saja kah itu?

Ilustrasi pernikahan dini 

Parapuan.co - Viralnya Aisha Weddings menjadi kabar yang cukup ramai dibicarakan.

Pasalnya menurut Indonesian Joining Forces to End Violences Against Children (IJF EVAC) melalui rilisnya menyatakan promosi perkawinan anak yang dilakukan oleh Aisha Weddings merefleksikan fenomena “gunung es.”

Terlihat sedikit kasus namun pada kenyataannya banyak.

Hasil Data SUSENAS tentang Perkawinan Anak 2018 mencengangkan, sekitar 1.220.900 anak perempuan menikah sebelum usia 18 tahun.

Data SUSENAS 2018 menyatakan ada 94% anak perempuan dan 91% anak laki-laki yang dikawinkan putus sekolah.

Baca Juga: Saat Pasangan Mendiamkanmu, Hindari Melakukan Hal-Hal Ini Kawan Puan!

Untuk memperkecil peluang pernikahan dini dari segi pendidikan, Anita (41 ) selaku guru bimbingan konseling di SMP Negeri 1 Kaliori, menyatakan tindakan preventif dari sekolah untuk mencegah pernikahan dini sangat berdampak pada cara pikir murid.

"Sebagai guru BK, di kelas BK itu ada Layanan informasi dan orientasi, biasa kami berikan di kelas dengan materi kesehatan reproduksi remaja," ungkap Anita pada Parapuan.

Selain itu ada layanan individual bagi murid yg memerlukan bantuan secara pribadi, serta layanan BK yang lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved