Breaking News:

Saran Pemerhati Keluarga untuk Atasi Perkawinan Anak di Indonesia, Apa Saja?

Menurut Alissa Wahid, ada beberapa aspek yang perlu dipenuhi agar perkawinan anak bisa diatasi. Apa saja aspek tersebut?

Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-09 05:00:09 

Parapuan.co – Kawan Puan, tahukah kamu bahwa angka perkawinan anak di Indonesia masih tergolong tinggi?

Tingginya angka perkawinan anak tersebut dapat dilihat dari data yang dihimpun Komnas Perempuan dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung.

Data tersebut menyebutkan bahwa selama tahun 2020 ternyata terjadi peningkatan angka pengajuan dispensasi pernikahan anak sebanyak 3 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Angka pengajuan dispensasi pernikahan anak tersebut terjadi sebanyak 64.211 kasus perkawinan anak.

Baca Juga: Berkaca dari Sinetron Suara Hati Istri, Inilah Cara Mencegah Perkawinan Anak

Dan yang membuat kita sedih adalah 97% dari total pengajuan dispensasi pernikahan anak tersebut telah dikabulkan.

Seperti diketahui, pengajuan dispensasi pernikahan ini terjadi karena menurut UU Nomr 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menyebutkan bahwa usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun.

Terkait tingginya angka perkawinan anak di Indonesia ini juga telah disampaikan Alissa Wahid dalam webinar “Too Young to Marry: A Webinar with Faith-Based Organizations and Children and Youth on Ending Child Marriage”.

Webinar tersebut diadakan oleh World Vision Asia Pasific pada Selasa (8/6/2021) dengan menghadirkan sejumlah perwakilan dari organisasi berbasis keagamaan dan para aktivis cilik se-Asia Pasifik.

Halaman
123
Sumber: Parapuan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved