Breaking News:

Enggan Bersuara, Ternyata Korban Pelecehan Seksual Rasakan Hal Ini

Mengisolasi diri sendiri dan memilih bungkam adalah hal yang umum dilakukan korban pelecehan seksual.

Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-14 23:00:24 

Parapuan.co – Kasus pelecehan seksual pada perempuan masih menjadi masalah yang perlu mendapatkan perhatian. 

Bagaimana tidak, The Equal Employment Opportunity Commission melaporkan ada 12.000 tuduhan pelecehan seksual setiap tahunnya, yang mana 83 persen pelapornya adalah perempuan.

Ironisnya, sudah menjadi korban pelecehan seksual, perempuan juga kerap enggan melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. 

Lebih buruk lagi jika korban mengisolasi diri dan memilih bungkam dari pada menyuarakan apa yang mereka alami.

Melansir dari Psychologytoday.com, salah satu alasan yang menyebabkan korban pelecehan seksual enggan untuk menyuarakan apa yang mereka alami adalah karena rasa malu.

Baca Juga: Selain Posesif dan Boros, Ini 7 Hal yang Dapat Picu Timbulnya Konflik

Rasa malu adalah inti dari luka emosional yang dialami perempuan saat mereka dilecehkan secara seksual.

Seperti yang dinyatakan oleh pakar perasaan Gershen Kaufman dalam bukunya Shame: The Power of Caring, malu adalah reaksi alami saat adanya pelanggaran atau pelecehan.

"Faktanya, pelecehan adalah sesuatu yang memalukan dan tidak manusiawi,” tulis Gershen dalam bukunya.

Halaman
123
Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved