Alami Stigma saat Jadi Nakes COVID-19, Fentia Budiman Bagikan Kisahnya

Fentia Budiman, seorang tenaga kesehatan Covid-19, mengaku sempat mengalami stigma negatif saat merawat pasien Covid-19.

Penulis: Mil Susanto
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-11-22 14:01:44 

Parapuan.co - Sejak Maret 2020 lalu, Indonesia dilanda oleh pandemi Covid-19 yang pada akhirnya menyebabkan banyak perubahan dalam berbagai aspek.

Dalam hal penanganannya, tenaga kesehatan yang meliputi dokter dan tenaga keperawatan memiliki peran yang sangat penting.

Mulai dari memberikan edukasi secara tidak langsung sampai merawat pasien Covid-19 secara langsung.

Meskipun memiliki tugas yang begitu mulia serta tanggung jawab yang sangat besar, tenaga kesehatan tak lepas dari stigma negatif, Kawan Puan.

Padahal, tanpa peran mereka, kita tak akan bisa mengendalikan angka infeksi dan kematian akibat virus Corona.

Baca Juga: Mengenal Novalia Pishesha, Pelopor Vaksin Covid-19 yang Mudah Diproduksi di Indonesia

Salah seorang mantan perawat relawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Fentia Budiman, merupakan salah satu yang mengalami stigma negatif ini.

Kepada PARAPUAN, perempuan yang akrab disapa Fen ini bercerita bahwa banyak sekali tantangan yang dihadapinya selama mengemban tugas sebagai garda terdepan.

“Jadi, pandemi ini adalah pukulan terberat untuk kami yang bekerja di sektor kesehatan karena angka peningkatan jumlah pasien Covid-19 dengan jumlah tenaga kesehatannya itu timpang banget,” cerita perempuan berusia 27 tahun itu saat dihubungi.

Selain harus beraktivitas dan merawat pasien dalam balutan Alat Pelindung Diri (APD) dan terpaksa membatasi mobilitas sehari-hari, ia juga sempat mengalami stigma negatif dari pasien.

“Belum lagi bagaimana kita harus menghadapi stigma dari pasien dan berbagai masalah lain, di mana kita harus sangat siap,” tuturnya.


Saat pertama kali RSDC Wisma Atlet dibuka dan Fen bertanggung jawab untuk mengurus pasien, ia pernah mengalami hal tidak mengenakkan itu.

Kala itu, cerita Fen, seorang pasien menyuruhnya untuk tidak mendekat dan menyebutnya sebagai pembawa virus.

Halaman
12
Sumber: Parapuan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved