Calon Presiden 2014
Dino Janjikan Dana Rp 100 Miliar untuk Riset Kembangkan Budaya
Hal ini sebagai upaya sistematis pengembangan dan pertumbuhan kebudayaan Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal menjanjikan dana sebesar Rp100 miliar untuk pengembangan riset budaya. Hal ini sebagai upaya sistematis pengembangan dan pertumbuhan kebudayaan Indonesia.
"Perlu upaya sistematis dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya Indonesia. Pertama, anggaran sebesar Rp100 miliar untuk riset tentang budaya," kata Dino dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews.com, Jumat (14/2/2014).
Menurut Dino, konsep kedua untuk pengembangan budaya itu, yakni akan mendirikan pusat kebudayaan Indonesia di seluruh wilayah Indonesia. Itu menurut dia termasuk dengan menekankan agar stasiun televisi lokal menggunakan bahasa daerahnya sendiri.
"Saya berkesan ketika ada televisi lokal menggunakan bahasa daerahnya dalam isi siarannya dan itu harus dilakukan," ujarnya.
Kemudian, kata Dino perlu digalakkannya program memajukan sebuah kebudayaan oleh etnis lain. Konsep itu, Dino katakan, agar muncul pengembangan budaya lintas etnis daerah.
Dino menekankan pula bahwa budaya Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Menurut dia, budaya Indonesia sudah hebat namun perlu loncatan untuk menduniakannya.
"Indonesia perlu program nasional agar budaya kita dikenal secara nasional dan global," ujarnya.
Dia mengatakan di tiap kota di Indonesia harus ada zona budaya agar budaya Indonesia menjadi tuan rumah di dalam negeri. Selain itu menurut dia, apabila kebudayaan Indonesia mau unggul dan cantik maka perlu dukungan dan bantuan dari pemerintah.
"Program kebudayaan harus mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pengembangannya," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu.
Dino mengatakan ada dua hal yang membuatnya bangga yaitu membuat desain batik di Amerika Serikat ketika dirinya masih menjabat duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat dari 2010 hingga 2013.
Selain itu dia menjelaskan saat menjabat dubes itu, dirinya juga memasukkan olah raga pencak silat dalam kurikulum perguruan tinggi di Amerika Serikat.
"Budaya Indonesia harus unggul di dalam dan di luar negeri," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140126_170121_peserta-konvensi-capres-partai-demokrat-debat-bernegara.jpg)