Pemilu 2014

Eks Petinggi TNI Sebut Ada Upaya Pembunuhan Karakter Agar Prabowo Tak Jadi Presiden

Suryo juga mengatakan ada beberapa jenderal purnawirawan disebut-sebut cemas

Eks Petinggi TNI Sebut Ada Upaya Pembunuhan Karakter Agar Prabowo Tak Jadi Presiden
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mengawasi perhitungan cepat sementara Pemilu 2014, di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil perhitungan cepat sementara sampai malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakasad dan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo menyebut ada upaya pembunuhan karakter terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Pada zaman orde baru,pak Prabowo ini kan the rising star prestasi dan kemampuannya di kalangan militer di atas rata-tata. Selain itu sebagai menantu Presiden, dia juga memiliki akses pada kekuasaan.  Ada beberapa jenderal saat itu yang diketahui tidak loyal pada Presiden. Jenderal yang lalu mendapat pangkat Jenderal kehormatan dari Presiden yang dulu menentang Soeharto inilah yang sekarang muncul kembali. Jadi serangan negatif pada Pak Prabowo Subianto ini persoalan subjektif bukan objektif," kata Suryo dalam pernyataannya, Rabu(16/4/2014).

Suryo juga mengatakan ada beberapa jenderal purnawirawan disebut-sebut cemas apabila Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden. Para jenderal purnawirawan tersebut khawatir masa lalunya akan terbongkar.

Namun atas hal itu Suryo meminta Prabowo tidak perlu khawatir atas sikap para purnawirawan itu. Serangan itu dilakukan agar terbentuk opini tidak layak untuk dipilih sebagai Presiden.

“Mereka tidak suka dengan Prabowo karena visi dan misinya sebagai Presiden. Mereka sepertinya cemas jika Prabowo terpilih menjadi Presiden akan membuka semua kesalahan  para jenderal itu di masa lalu," ujarnya.

Menurut Suryo mereka sudah keliru jauh menilai Prabowo seperti ini. Sebagai siswa mentor Prabowo, saya paham betul Prabowo tipikal ksatria yang jujur, berani, tegas dan selalu berfikir ke depan bukan ke belakang.

"Jadi mereka tidak perlu cemas dengan Prabowo”, ujar peraih Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri Darat tahun 1976 tersebut.

Lebih lanjut Suryo menjelaskan, tidak ada niat sedikitpun dari Prabowo membuka kesalahan masa lalu dari para Jenderal yang telah menudingnya secara negatif.

“Prabowo sangat mecintai Indonesia, bagi Prabowo kemajuan Indonesia tidak bisa diraih dengan saling menuding dan mencari kesalahan. Prabowo bahkan mengajak para jenderal seniornya tersebut sama-sama berkontribusi bagi kemajuan Indonesia”, tutup mantan Pangdam Jaya tersebut.

Sebagaimana diketahui, ketua umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) Agum Gumelar meminta Prabowo Subianto untuk sadar diri bertarung di Pilpres 2014.

Pasalnya Prabowo memiliki sejarah yang kelam khususnya saat aktif di militer. Pernyataan Agum Gumelar ini pastilah memiliki alasan. Bagaimana seorang Prabowo yang merupakan calon presiden (capres) dari Partai Gerindra memiliki nilai minus di mata Agum Gumelar, yang tak lain adalah bekas komandannya saat berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Namun nilai minus itu tidak sebombastis seperti disampaikan oleh Agum.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved