Breaking News:

IPC Luncurkan 'Kalkulator' Perolehan Suara Jadi Kursi

Menghitung perolehan suara menjadi kursi dalam Pemilu Legislatif 2014 tidak serumit Pemilu 2009

TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO/FX ISMANTO
QUICK COUNT KOMPAS - Suasana hasil hitung cepat Kompas Calon Legislatif atau Quick Count Caleg Kompas 2014, Rabu (9/4/2014) di gedung Kompas Gramedia Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menghitung perolehan suara menjadi kursi dalam Pemilu Legislatif 2014 tidak serumit Pemilu 2009. Saat ini, masyarakat, partai, dan calon legislatif bisa menghitung sendiri perolehan suara untuk dikonversi menjadi kursi tanpa susah-susah.

Indonesian Parliamentary Center, sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus antara lain pada penguatan parlemen, sistem pemilu, baru saja merilis buku pintar, 'Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014.'

Selain meluncurkan buku pintar, IPC juga memanjakan penghuni dunia maya untuk menghitung sendiri perolehan suara untuk dikonversi menjadi kursi di www.hitungkursipemilu2014.org. IPC menyebutnya kalkulator menghitung kursi.

"Harapannya program ini dapat memberikan informasi kepada publik, caleg, parpol, apakah penetapan kursi oleh Komisi Pemilihan Umum nanti sudah tepat atau tidak," ungkap Direktur IPC, Sulistio, dalam peluncuran di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurutnya, buku ini merupakan salah satu upaya menyediakan informasi yang memudahkan dan akurat mengenai salah satu elemen teknis pemilu, yaitu tata cara konversi perolehan suara menjadi perolehan kursi partai politik di parlemen nanti.

Elemen ini merupakan salah satu elemen yang cukup sulit diimplementasikan karena di dalamnya terdapat logika penghitungan matematika yang tidak semua orang peduli terhadapnya.

"Karena itu kami mengemasnya dalam berbagai bentuk angka-angka bulat dan infografis yang lebih informatif dan mudah dipahami," sambung Sulistio. Ia menambahkan, seluruh informasi dibuat berdasarkan peraturan yang berlaku dan telah dikonsultasikan ke KPU.

Salah satu penulis buku, Hasyim Asy'ari, menambahkan peluncuran buku panduan, website, dan leaflet cara penghitungan suara, meski sudah dijelaskan dalam undang-undang, tapi ketika belum diturunkan langsung secara tenis berdasarkan hasil suara ril akan sulit.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved