Breaking News:

Calon Presiden 2014

Gerindra Minta Pemerintah Batasi Akun 'Pasukan Nasi Bungkus'

Menurut Fadli, sudah bukan saatnya lagi di Indonesia akun-akun fiktif bisa ada dan sembarangan membuat komentar atau pernyataan.

Tribunnews/Dany Permana
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri), Agum Gumelar (tengah) bersama Calon Presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kanan), dan mantan Menteri Penerangan, Yunus Yosfiah (kiri) berjabat tangan usai menggelar pertemuan di Kantor Pepabri, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2014). Dalam pertemuan tersebut Prabowo menyampaikan visi dan misinya untuk maju sebagai presiden pada Pilpres Juli mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta pemerintah menerapkan aturan soal kepemilikan akun di dunia maya atau jejaring sosial.

Menurut Fadli, sudah bukan saatnya lagi di Indonesia akun-akun fiktif bisa ada dan sembarangan membuat komentar atau pernyataan. Fadli menyebutnya sebagai istilah 'pasukan nasi bungkus' yang sering menyerang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Saya kira sudah waktunya turun tangan pemerintah atau institusi yang berwenang dalam hal ini untuk mengatur. Sehingga orang tahu, sehingga demokrasi kita itu jelas. Di Singapura tidak bisa, di Malaysia tidak bisa orang dengan seenaknya membuat akun seperti itu, jadi ada kontrol lah," kata Fadli di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Fadli menilai Indonesia terlalu liberal bahkan lebih dibanding Amerika. Amerika saja, kata dia, kepemilikan akun media sosial dibatasi.

"Itu kan keprihatinan terhadap maraknya dunia sosial media. Menurut saya, sekarang ini kita negara liberal, tetapi terlalu liberal. Di negara liberal seperti di Amerika itu sendiri dibatasi. Tidak boleh orang sembarangan bikin akun palsu dan menfitnah orang seperti itu," kata dia.

Sekadar informasi, untuk meredam serangan 'pasukan nasi bungkus' di dunia maya, Gerindra membuat tim online khusus. Tim tersebut bertugas untuk membuat perimbangan untuk melakukan kampanye positif.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved