Breaking News:

Pemilu 2014

Tjahjo: Bu Mega Bertemu Pak SBY, Apa Mendesak?

Tjahjo mengatakan, jika Megawati mengeluarkan kritik kepada pemerintahan Presiden Yudhoyono, maka hal itu terjadi murni karena sikap politik

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA

Tribunnews.com, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merasa tak ada alasan genting yang membuat Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri harus segera bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, dua tokoh tersebut juga sama-sama memiliki kesibukan mempersiapkan partainya menghadapi Pemilu Presiden 2014.

"Pak SBY bertemu Ibu Megawati, apa harus mendesak? Kan tidak. Masih sibuk persiapan pilpres dan yang saya pahami Ibu Megawati merasa tidak ada masalah sama Pak SBY," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Tjahjo Kumolo, Senin (28/4/2014), di Jakarta.

Tjahjo mengatakan, jika Megawati mengeluarkan kritik kepada pemerintahan Presiden Yudhoyono, maka hal itu terjadi murni karena sikap politik dan bukan masalah pribadi. Hal itu karena posisi PDI-P selalu berada di luar pemerintahan yang dipimpin Demokrat selama dua periode.

Tjahjo mengatakan, secara pribadi Megawati tidak pernah mempermasalahkan personalitas SBY. Ia memastikan hubungan antara Megawati dan SBY masih berlangsung baik meski tak terdengar ada komunikasi yang dilakukan antara kedua tokoh tersebut.

"Sekarang kan sibuk sesama pimpinan partai memasuki tahap pilpres. Tidak perlu dibesar-besarkan kalau belum ada pertemuan," ujarnya.

SBY menyampaikan bahwa sejak lama dirinya ingin berkomunikasi dengan Megawati. Ia berharap, komunikasi dengan Megawati bisa terjadi seperti halnya komunikasi yang ia lakukan dengan tokoh-tokoh partai politik lain.

SBY adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Komunikasi keduanya memburuk jelang Pemilu Presiden 2004. Megawati menilai SBY tidak terbuka soal manuvernya kala itu dengan mendirikan Partai Demokrat dan maju sebagai calon presiden. Komunikasi yang buntu itu berlanjut hingga saat ini.

Tjahjo mengatakan, partainya sulit berkoalisi dengan Demokrat. Alasannya karena masing-masing partai memiliki bakal capresnya sendiri untuk diusung di Pilpres 2014.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved