Calon Presiden 2014

Jokowi Dikritik Merasa Tak Berdosa Ingkari Janji di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Jokowi kembali dikritik karena dinilai tak merasa berdosa mengingkari sumpah jabatannya di Jakarta

Jokowi Dikritik Merasa Tak Berdosa Ingkari Janji di Jakarta
TRIBUN BALI/ANDRIANSYAH
Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo disambut simpatisannya saat tiba di acara makan malam bersama semeton jokowi di Restoran Bebek Tepi Sawah, Jalan Raya Tuban, Bali, Selasa (29/04). (TRIBUN BALI/ANDRIANSYAH) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Jokowi kembali dikritik karena dinilai tak merasa berdosa mengingkari sumpah jabatannya di Jakarta dengan maju sebagai calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hal ini diutarakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin, saat mengkritisi konsep Bank Pertanian yang dicanangkan Jokowi dan PDIP. Selain masalah ekonomi, Taufik juga mempertanyakan bagaimana konsep Jokowi mengenai penegakan hukum di Indonesia seperti kasus korupsi.

"Bagaimana prinsip soal korupsi? Soal terorisme kerah putih? Tidak jelas nilai-nilai soal ini. Enteng-enteng saja tanpa rasa bersalah saat mengkhianati janjinya untuk membangun Jakarta lima tahun sebagai Gubernur DKI Jakarta," cetus Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (30/4/2014).

Taufik mengatakan kualitas berpikir seseorang akan terlihat dalam setiap tindakan yang dilakukannya. Ia menuturkan hal itu juga berlaku untuk seorang Jokowi, mengenai ucapan dan tindakannya yang tidak sinkron saat disumpah menjabat lima tahun sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Membaca kualitas berpikir itu terlihat dalam tindakan, perilaku dan keputusan yang dibuatnya. Mudah dibaca kalau kita mengerti, itu ada ilmunya," ujarnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved