Breaking News:

Calon Presiden 2014

Dukungan PPP ke Prabowo Untungkan PDIP

Hasto Kristiyanto mengatakan partainya diuntungkan dengan bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ke koalisi yang dibangun Partai Gerindra.

ISTIMEWA
Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan partainya diuntungkan dengan bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ke koalisi yang dibangun Partai Gerindra. Kata Hasto hal itu memperjelas peta perpolitikan menjelang pemilu presiden (pilpres).

Kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (12/5/2014), Hasto mengatakan dengan bergabungnya PPP yang sudah mengantongi 6,53 persen pada pemilu legislatif (pileg), maka kemungkinan pengusungan calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto semakin tinggi.

"Dengan dukungan PPP, memastikan konfigurasi pilpres yang akan datang," katanya. Mungkin dengan cara itu bisa dipastikan Prabowo sebagai capres," katanya.

Kepastian Prabowo mengantongi tiket di pemilu presiden (pilpres) kata dia, akan memudahkan tim calon presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi) untuk menyusun strategi memenangkan pilpres.

Sebelumnya di PPP terdapat dua kubu, yakni kubu yang mendukung Prabowo yang dimotori oleh Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali, dan kubu yang mendukung Jokowi yang dimotori oleh Wakil Ketua DPP PPP, Emron Pangkapi dan Sekjen DPP PPP, Romahurmuziy. Akan tetapi pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar PPP, diputuskan partai berlambang Ka'bah itu mendukung Prabowo.

Hasto mengatakan pihaknya sudah sejak lama membuka komunikasi politik dengan PPP, berusaha membangun koalisi. Namun ternyata PPP memutuskan untuk mendukung Prabowo, ia pun tidak mau mengintervensi hal itu.

Akan tetapi kata dia berdasarkan survei yang digelar Saiful Mujani Research Consultant (SMRC), PPP disebut sebagai salah satu partai politik yang akar rumputnya mendukung Jokowi. Partai yang akar rumputnya tidak mereferensikan Jokowi adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

"Kan segala sesuatunya kerjasama tidak bisa meninggalkan suasana kebatinan grasas root (red. Akar rumput), harus disertai keyakinan. Bisa jadi elit dan grass root terpisah," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved