Breaking News:

Calon Presiden 2014

PPP Merapat ke Gerindra, Peluang Mahfud MD Jadi Cawapres Prabowo Terbuka

Mahfud MD diprediksi sangat kuat akan berpasangan dengan capres partai Gerindra Prabowo Subianto

TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kanan) bersaksi dalam sidang terdakwa Akil Mochtar yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (5/5/2014). Akil yang juga mantan Ketua MK didakwa karena diduga menerima suap dalam pengurusan sengketa pilkada di MK. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski sudah tidak berpasangan dengan bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo sebagai cawapres, kans mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD masih terbuka. Mahfud MD diprediksi sangat kuat akan berpasangan dengan capres partai Gerindra Prabowo Subianto.

Apalagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah resmi merapat ke partai Gerindra ditambah lagi sesepuh PPP Kiai Maimun Zubair sangat menginginkan Mahfud sebagai capres atau cawapres.

"Sangat berpeluang, apalagi Mahfud memang kuat didukung para kiai
kultural (NU)," ujar Pengamat Politik AS Hikam dalam pernyataannya, Senin(12/5/2014).

Menurut AS Hikam apabila Gerindra memilih Mahfud MD sebagai cawapres Prabowo Subianto pemerintahan yang dijalankan nantinya akan terbantu.

"Kalau mereka mempertimbangan elektabilitas, ya Mahfud MD masih diatas
dari para tokoh parpol yang sudah menyatakan berkoalisi dengan
Gerindra. Jadi, saya kira Mahfud MD sosok yang tepat untuk mendongkrak
suara dan selanjutnya membantu pemerintahan bersama Prabowo,"
ujarnya.

Namun lanjut AS Hikam, peluang Mahfud MD menjadi cawapres Prabowo Subianto masih sangat tergantung kepada PAN dan PKS. Selama kedua partai tersebut mau mengesampingkan ego masing-masing, bukan tidak mungkin Mahfud MD bisa menjadi cawapres Prabowo.

"Jadi tinggal partai lainnya itu, sepanjang mereka bersedia
mengesampingkan ego masing-masing dengan tidak menyodorkan tokoh di
partainya sendiri dan memasangakan Mahfud MD dengan Prabowo,"
ujarnya.

AS Hikam juga menilai, pertarungan pada Pilpres yang akan berlangsung
Juli mendatang akan berjalan sengit jika ternyata Jokowi lebih memilih
Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) ketimbang Mahfud MD. Sebab,
Mahfud MD lebih memiliki dukungan warga Nahdliyin, mulai dari kiai
hingga akar rumput.

"Kalau memang nanti Prabowo menggandeng Mahfud MD, pertarungannya akan
sangat sengit, mengingat dukungan kiai dan warga NU cukup besar.
Apalagi, jika ternyata Jokowi lebih memilih Jokowi, itu akan menjadi
kesalahan dia pertama kali sebelum berperang (Pilpres)," ujar AS Hikam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved