Calon Presiden 2014

Ini Catatan untuk Puan dan JK yang Berpotensi Jadi Cawapres Jokowi

Akan tetapi, dibandingkan sosok JK, Puan Maharani belum dikenal publik dan itu menjadi catatan tersendiri

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani, bersalaman dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) seusai memberikan keterangan kepada wartawan di Kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2014). ARB kerumah Megawati dalam rangka silaturahmi dan kemungkinan membahas koalisi Pilpres 2014. ARB mengatakan keputusan berkolaisi dengan PDIP mengunggu hasil Rapimnas Golkar pada sabtu mendatang. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani sempat disebut-sebut jadi cawapres Joko Widodo, selain tentunya Jusuf Kalla. Akan tetapi, dibandingkan sosok JK, Puan Maharani belum dikenal publik dan itu menjadi catatan tersendiri.

"Publik belum begitu mengetahui trade recordnya, sehingga belum dikenal," ujar Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, Jumat(16/5/2014).

Puan dinilainya adalah sosok internal PDIP. Dia belum teruji pengalamannya dalam birokrasi. Berbeda dengan Jusuf Kalla. Adjie menyatakan, JK memang sudah dikenal publik sebagai wapres dalam Kabinet SBY jilid I. Namun demikian, JK berpeluang memunculkan matahari kembar dalam pemerintahan.

"Ini juga menjadi catatan," imbuhnya.

Dua tokoh itu, jelas Adjie, adalah tokoh dari partai. Satu PDIP. Lainnya Golkar. Pihaknya menyarankan agar pendamping Jokowi mampu merangkul semua pihak. Kedikenalan pendamping Jokowi, jelasnya, tidak hanya milik partai tertentu, tapi semua elemen. Hal ini nantinya akan menjadi modal meningkatkan elektabilitas dan menghindari konflik dalam koalisi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved