Calon Presiden 2014

Muhammadiyah Beri Kebebasan Anggotanya Pilih Calon Presiden

Dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Muhammadiyah menyerukan kepada pasangan capres cawapres agar bersaing secara ksatria.

Penulis: Dewi Agustina
NET
Logo Muhammadiyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammadiyah memandang pemilihan Presiden sebagai hal yang penting dan strategis karena menentukan jalannya pemerintahan negara ke arah terwujudnya cita-cita nasional Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, maju, adil, makmur dan bermartabat.

Oleh karena itu diperlukan partisipasi aktif dan konstruktif dari seluruh komponen bangsa. Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu harus memastikan terselenggaranya pemilihan Presiden yang bermutu, aman, dan berkeadaban sebagai amanah dengan memegang teguh prinsip netralitas, kejujuran, keadilan dan profesional, serta menegakkan peraturan-peraturan dan sanksi hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Bagi warga negara Indonesia yang berhak memilih hendaknya menggunakan haknya dengan penuh tanggung jawab, berdasar pada pengetahuan dan bijaksana dilandasi semangat persatuan, ahlak mulia, dan penghormatan terhadap sesama warga negara. Dalam menentukan pilihan tidak terjebak pada praktik politik uang dan bentuk politik transaksional lainnya.

Dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Muhammadiyah menyerukan kepada pasangan calon Presiden/Wakil Presiden, Tim Sukses, dan para pendukungnya agar bersaing secara ksatria dan bermartabat dengan mengutamakan akhlak mulia.

"Dalam berkampanye hendaknya mengedepankan pemaparan program, visi dan misi secara terbuka dan edukatif, serta tidak mempraktekkan kampanye hitam, politik uang, kekerasan, kecurangan dan praktik-praktik politik lain yang mencederai demokrasi, tidak sejalan dengan akhlak dan kepribadian bangsa," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Agung Danarto saat membacakan hasil sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda yang disampaikan kepada redaksi Tribunnews.com, Selasa (27/5/2014).

Kepada pasangan calon Presiden/Wakil Presiden dan para pendukungnya, Agung meminta hendaknya berjiwa besar menerima hasil-hasil Pemilihan Presiden dengan bersikap legowo, tidak bersikap takabur, dan tetap memelihara kesantunan dan saling menghormati antara yang menang dan yang kalah.

Sesuai Khittah, Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang tidak memiliki afiliasi dengan partai politik manapun. Dalam pemilihan Presiden 2014, Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas, bijaksana dan pertimbangan rasional dan spiritual dalam memilih pasangan calon Presiden/Wakil Presiden yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Berjiwa religius, taat beribadah dan berintegritas tinggi, sejalan antara kata dan perilaku;
2. Memiliki visi dan karakter kuat sebagai negarawan, yang mampu membangun solidaritas kebangsaan, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas diri sendiri, partai politik, dan kroni;
3. Berani mengambil keputusan strategis dalam memecahkan masalah-masalah krusial bangsa dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab;
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi, penegakan hukum, serta penyelamatan asset dan kekayaan negara;
5. Menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman dari dalam dan di luar negeri;
6. Memiliki strategi perubahan yang membawa pada kemajuan bangsa; dan
7. Berkomitmen terhadap aspirasi politik umat Islam dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved