Calon Presiden 2014

Pengamat Jelaskan Alasan Elektabilitas Jokowi Cenderung Turun

"Ternyata kini beliau menjadi capres. Sehingga sebagian besar publik tentunya sangat kecewa," kata Budiman di Cinere, Depok, Kamis (5/6/2014).

Pengamat Jelaskan Alasan Elektabilitas Jokowi Cenderung Turun
Tribunnews/Herudin
Capres dari poros PDIP, Joko Widodo (Jokowi) memaparkan visinya dalam bidang ekonomi pada acara pemaparan platform ekonomi Jokowi-JK, di Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014). Acara yang diadakan oleh kelompok pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (KPP Jokowi-JK) ini untuk mengetahui dan memahami arah prioritas kebijakan ekonomi pemerintahan pasangan capres-cawapres Jokowi-JK secara langsung. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Malau

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK -  Sejumlah survei menyatakan elektabilitas capres Jokowi menurun setelah pemilihan legislatif (pileg) 2014 lalu, sementara elektabilitas capres Prabowo Subianto menunjukkan tren yang sebaliknya atau meningkat.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu menyatakan elektabilitas Jokowi setelah pileg menurun menjadi 35,42 persen, dari sebelumnya 40 persen. Sementara elektabilitas Prabowo naik menjadi 22,75 persen setelah sebelumnya hanya 18 persen.

Budiman, Pengamat Politik dari Konsep Indonesia (Konsepindo) Research and Consulting, menyatakan, tren menurunnya elektabilitas Jokowi karena ia dianggap mengabaikan amanah masyarakat untuk membenahi Kota Jakarta selama lima tahun.

"Ternyata kini beliau menjadi capres. Sehingga sebagian besar publik tentunya sangat kecewa," kata Budiman di Cinere, Depok, Kamis (5/6/2014).

Hal itulah, katanya yang menjadi penyebab tidak bertambahnya elektabilitas Jokowi secara signifikan setelah pileg lalu.

Sementara tren meningkatnya elektabilitas Prabowo, kata Budiman, lebih disebabkan karena sebagian masyarakat memindahkan pilihannya dari Jokowi ke Prabowo.

Sementara, Peneliti Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Rully Akbar mengatakan, mayoritas warga Jakarta yang memilih Jokowi saat Pilgub 2012 lalu, merasa kecewa karena Jokowi dianggap tidak menempati janjinya memimpin Jakarta selama lima tahun.

"Warga menjadi kecewa dengan Jokowi," katanya.

Hasil survei LSI ini seolah membenarkan prediksi beberapa tokoh yang menyebut banyak warga kecewa berat dengan Jokowi.

Ratna Sarumpaet, Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), yang merupakan mantan Tim Sukses Jokowi saat Pilgub DKI 2012 lalu, mengatakan, warga DKI mulai kehilangan kepercayaan ketika Jokowi dicalonkan sebagai presiden oleh PDIP.

"Jangan salahkan masyarakat, jika nanti kehilangan kepercayaan dan kebanggaan yang sebelumnya ada," kata Ratna.

Menurut Ratna, saat ini Jokowi bukan hanya tidak beretika, tapi juga mulai tampak tak memiliki karakter.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved