Jumat, 29 Agustus 2025

Calon Presiden 2014

Survei SPIN: Prabowo-Hatta 44,9 %, Jokowi-JK 40,1 %

tren kenaikan tingkat keterpilihan pasangan Prabowo-Hatta ekuivalen dengan ketidakpercayaan publik

Warta Kota/Henry Lopulalan
Capres Prabowo Subianto (kiri) dan Capres Joko Widodo ( kanan) menunjukkan hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres Pemilu Tahun 2014 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (1/6/2014). Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mendapatkan nomor urut satu sedangkan pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo dan Jusuf Kalla bernomor urut dua. (Warta Kota/Henryl Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elektabilitas kandidat capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terus naik. Bahkan dalam jajak pendapat terakhir yang dilakukan lembaga survei dan polling Indonesia (SPIN) duet Prabowo-Hatta sudah melampaui Jokowi-JK yakni 44,9 persen.

"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4  Juni 2014. Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 %, mengungguli duet Jokowi-Jusuf Kalla dengan 40,1 %, sedangkan responden yang menjawab tidak tahu masih ada sebesar 15%," kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam pernyataannya, Kamis(5/6/2014).

Menurut Igor, tren kenaikan tingkat keterpilihan pasangan Prabowo-Hatta ekuivalen dengan ketidakpercayaan publik terhadap isu negatif Prabowo yang selama ini dicitrakan sebagai sosok pemarah dan emosional. Pascapengambilan nomor urut capres-cawapres di KPU dan Deklarasi Damai di Hotel Bidakara, masyarakat lebih melihat sosok mantan Danjen Koppasus tersebut yang semakin humanis dan bersahabat.

"Publik merespon positif perilaku politik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, yang sudah mengucapkan selamat dan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk kompetitornya Jokowi-JK. Sebaliknya, publik kurang mengapresiasi sikap Jokowi yang sering dicitrakan sopan, tapi tampak tegang, dan terlihat enggan membalas ucapan bersahabat dari lawan politiknya," ujar Igor.

Lebih jauh Igor menjelaskan, jelang Pilpres 9 Juli, masyarakat cenderung dipengaruhi oleh fakta informasi terbaru atas penampilan dua pasangan capres-cawapres yang menunjukkan karakter mereka sebenarnya, berupa faktor-faktor simbolis yang terpancar dari aura emosional masing-masing kandidat, seperti kesopanan dan rasa percaya diri.

"Jadi, menunjukkan rasa persahabatan pada masyarakat dalam kompetisi pilpres yang damai dan berintegritas adalah perlu," ujarnya.

Igor menjelaskan, Calon Presiden nomor urut 1 itu pun menerima banyak pujian usai menyampaikan pidato pada acara Deklarasi Pemilu Presiden 2014 Berintegritas dan Damai yang diselenggarakan oleh KPU tersebut.

"Selain itu, perpaduan kandidat presiden yang berlatar belakang militer-jawa dengan wapres dari kalangan Sipil/luar Jawa, ternyata masih menjadi primadona masyarakat, yaitu 43,7%, dibanding kombinasi capres Sipil-Jawa dengan wapres sipil-non jawa, (41,3%)," ujarnya.

Survei lembaga SPIN dilakukan dengan metode wawancara kepada 1.070 responden pengguna telepon dan yang mempunyai televisi, di 10 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Padang, Palembang, Menado, Kupang, dan Balikpapan) dan dipilih secara acak berdasarkan buku petunjuk telepon  rumah dari PT Telkom.

Dengan Margin of error 2,9 persen dan Level of confident 95 persen, jejak pendapat SPIN tidak merepresentasikan penduduk Indonesia secara keseluruhan, tetapi cukup menggambarkan masyarakat perkotaan yang punya televisi dan telepon rumah. Kegiatan jejak pendapat SPIN ini menggunakan dana pribadi dan bukan hasil resmi KPU.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan