Breaking News:

Calon Presiden 2014

Jokowi Wacanakan Pemilu Serentak Kurangi Beban Negara

Calon Presiden Joko Widodo menilai pemilihan serentak dapat mengurangi biaya politik.

Tribunnews/Herudin
Pasangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK mengikuti acara debat di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014). Debat akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Presiden Joko Widodo menilai pemilihan serentak dapat mengurangi biaya politik. Jokowi mengatakan pemilihan langsung tetap harus dilaksanakan karena terkait kedaulatan rakyat.

"Cara kita perbaiki dengan dilaksanakan serentak untuk menghemat biaya. Bisa di provinsi atau negara tapi transisinya agak lama," kata Jokowi menjawab pertanyaan Prabowo dalam debat calon presiden-wakil presiden di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Prabowo menanyakan terkait pemilihan kepala daerah. Sebab, menurut Prabowo, pemilu langsung mencapai 500 pemilihan kepala daerah sehingga membutuhkan Rp13triliun.

Selain itu, Prabowo juga menanyakan sikap Jokowi terkait banyaknya daerah yang meminta pemekaran. Padahal anggaran nasional untuk daerah sudah sangat tinggi.

Jokowi mengatakan pemekaran dilakukan untuk mengembangkan provinsi dan daerah. Namun hal itu haruslah dengan catatan.

"Kalau dimekarkan tapi hanya membebani harus ditarik kembali. Pemberian dicek jangan ada lobi-lobi bukan menekan pusat. Jangan sampai anggaran untuk pemekaran tidak menyasar masyarakat untuk membangun di wilayah itu," tuturnya.

Sedangkan Jusuf Kalla menilai sistem pilkada membuat Indonesia menjadi negara dengan pemilu terbanyak. Tetapi hal itu dijamin oleh UUD 1945. Untuk itu, haruslah dilakukan pemilu langsung.

"Misalnya, di satu provinsi disatukan, sehingga negeri hanya dua atau tiga kali pemilu. Nanti pileg, pilpres dan pilkada bersamaan. Karena kalau dikembalikan ke DPR belum tentu murah," katanya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved