Calon Presiden 2014
Indonesia Bisa Kacau Jika Politik Anggaran Jokowi Diterapkan
Hal itu dikatakan Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi dalam keterangannya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penerapan politik anggaran dan wacana pemotongan anggaran daerah yang diungkapkan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan membuat Indonesia kacau. Hal itu dikatakan Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi dalam keterangannya, Kamis (12/6/2014).
Ucok menilai daerah tidak akan begitu saja mengikuti pusat. “Kalau itu terjadi, akan tegang dan masyarakat akan demo. Indonesia akan semakin kacau. Kalau anggaran daerah dipotong-potong , apalagi tidak disetujui, sudah jelas kesatuan NKRI makin terancam,” ujarnya.
Tetapi Ucok yakin Jokowi tidak akan benar-benar menerapkan politik anggaran tersebut. Sebab, sebelum itu dilakukan, dia harus berhadapan dengan birokasi dan undang-undang. “Ada menteri keuangan, harus melihat undang-undang,” katanya.
Jangankan tidak menyetujui atau memotong anggaran, kata Ucok, saat pengucuran anggaran telat saja sudah memicu kemarahan. “Kalau uang itu tidak dikucurkan ke daerah, itu masalah besar,” tegas Ucok.
Sebelumnya pada debat capres-cawapres, Jokowi mengungkapkan strategi politik anggaran agar pemerintah daerah patuh pada pemerintah pusat.
"Bisa membuat daerah mengikuti pusat dengan politik anggaran. Dengan politik anggaran bisa kendalikan daerah. Ada reward and punishment. Bisa DAK (dana alokasi khusus) dipotong atau dikurangi, ini bisa membuat daerah ketakutan," kata Jokowi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140612_184744_jokowi-sambangi-pesantren-di-tasikmalaya.jpg)