Sabtu, 2 Mei 2026

Calon Presiden 2014

Indonesia Bisa Kacau Jika Politik Anggaran Jokowi Diterapkan

Hal itu dikatakan Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi dalam keterangannya

Tayang:
Warta Kota/Henry Lopulalan
Calon Presiden nomor urut dua Joko Widodo (berdiri) menyampaikan sambutannya dalam acara Silahturahim Kiai Kampung di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6/2014). Joko Widodo berkampanye di Tasikmalaya dengan mengunjungi Pasar Cikurubuk dan sejumlah pondok pesantren untuk menggalang dukungan dalam Pilpres Tahun 2014. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penerapan politik anggaran dan wacana pemotongan anggaran daerah yang diungkapkan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan membuat Indonesia kacau. Hal itu dikatakan Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi dalam keterangannya, Kamis (12/6/2014).

Ucok menilai daerah tidak akan begitu saja mengikuti pusat.  “Kalau itu terjadi, akan tegang dan  masyarakat akan demo. Indonesia akan semakin kacau. Kalau anggaran daerah dipotong-potong , apalagi tidak disetujui, sudah jelas kesatuan NKRI makin terancam,” ujarnya.

Tetapi Ucok yakin Jokowi tidak akan benar-benar menerapkan politik anggaran tersebut. Sebab, sebelum itu dilakukan, dia harus berhadapan dengan birokasi dan undang-undang. “Ada menteri keuangan, harus melihat undang-undang,” katanya.

Jangankan tidak menyetujui atau memotong anggaran, kata Ucok, saat pengucuran anggaran telat saja sudah memicu kemarahan. “Kalau uang itu tidak dikucurkan ke daerah, itu masalah besar,” tegas Ucok.

Sebelumnya pada debat capres-cawapres, Jokowi mengungkapkan strategi politik anggaran agar pemerintah daerah patuh pada pemerintah pusat.

"Bisa membuat daerah mengikuti pusat dengan politik anggaran. Dengan politik anggaran bisa kendalikan daerah. Ada reward and punishment. Bisa DAK (dana alokasi khusus) dipotong atau dikurangi, ini bisa membuat daerah ketakutan," kata Jokowi

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved