Breaking News:

Calon Presiden 2014

JK Tidak Akan Hapus Ujian Nasional

Jusuf Kalla mengatakan ketidaksetujuannya jika Ujian Nasional dihapuskan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Cawapres nomor urut 2, Jusuf Kalla berorasi di depan massa pendukung saat gelaran kampanye akbar pasangan capres-cawapres Jokowi-JK di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/6/2014). Cawapres Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Capres Joko Widodo menggelar serangkaian kampanye Pilpres di Indonesia Timur di antaranya di sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku. Tribun Timur/Muhammad Abdiwan 

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR- Jusuf Kalla mengatakan ketidaksetujuannya jika Ujian Nasional dihapuskan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Menurut JK, sapaan akrabnya, UN tetap diperlukan sebagai evaluasi dan standardisasi pendidikan nasional.


"Apa yang salah dengan UN? Mau bodoh lagi rakyat? Mau lagi berbeda pendidikan Jawa dan NTT? Bahaya sekali. Seluruh dunia tidak ada negara yang tak punya standar pendidikan. Kalau ada standar pendidikan harus diujiakan.," ujar JK di kediamannya belum lama ini.


Jika kelak terpilih bersama Joko Widodo menjadi presiden dan wakil presiden, JK mengaku akan mengevaluasi pelaksanaan UN di Indonesia agar lebih baik.


"Kata siapkan evaluasi. Tiap tahun ada evaluasi. Dulu UN 100 persen keputusan pusat, evaluasinya 60:40. 60 persen angka pusat 40 persen daerah. Itu evaluasi. Nantilah evaluasi apa yang kurang. Tahun lalu masalah percetakan, sekarang diperbaiki. Evaluasi bukan menghapus," tukas JK.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved