Selasa, 19 Mei 2026

Pemilu 2014

Pemred Tabloid Obor Siap Dipanggil Dewan Pers

Setyardi Budiono bersikeras bahwa tabloid yang diterbitkannya adalah produk jurnalistik biasa.

Tayang:
Surya
Tamir Masjid Nurul Iman, Pamekasan, Jatim, Sukma Firdaus, memegang Tabloid Obor Rakyat, yang mengupas sisi negatif Jokowi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimred Tabloid Obor Setyardi Budiono bersikeras bahwa tabloid yang diterbitkannya adalah produk jurnalistik biasa. Jika ada yang keberatan, Setyardi siap dipanggil Dewan Pers.

"Tabloidnya simpel dan ini karya jurnalisitik biasa," ujar Setyardi dalam wawancara khusus dengan Kompas TV, Sabtu (14/6/2014) malam.

Setyardi menolak jika tabloidnya disebut kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres Jokowi-Jusuf Kalla. Menurutnya, ini karya jurnalisitk biasa.

"Kalau mengacu UU pers, pers boleh sebar luaskan opini. Opini boleh disebarluaskan produk pers apakah tabloid, koran majalah. Jadi ini biasa-biasa saja," urainya.

Saat disampaikan informasi bahwa Dewan Pers sudah nyatakan Tabloid Obor Rakyat bukan produk jurnalistik, Setyardi menolak. Alasannya,sampai sekarang pihaknya tidak pernah diundang untuk memberikan penjelasan ke Dewan Pers.

"Kapan pun dipanggil Dewan Pers, saya siap untuk memberikan penjelasan," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved