Calon Presiden 2014

Pengamat: Jokowi Berhasil Aktualisasikan Ideologi Soekarno

"Kalau Anda baca visi misi Jokowi-JK, penuh dengan retorika ideologi berisikan tentang Trisakti," ujar Burhanudin.

Pengamat: Jokowi Berhasil Aktualisasikan Ideologi Soekarno
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) memberikan visi misi dalam debat capres putaran kedua, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial . KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi mengatakan calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo, mencoba mengambil bagian lain dari sosok Presiden Pertama RI Soekarno untuk mendapatkan suara publik.

Apabila calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, menggunakan simbolisme Soekarno melalui penampilannya, Jokowi mengkapitalisasikan simbol Soekarno dalam bentuk lain.

"Kalau Anda baca visi misi Jokowi-JK, penuh dengan retorika ideologi berisikan tentang Trisakti," ujar Burhanudin di Institute Peradaban, Tebet, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Burhanudin mengatakan Jokowi berhasil mengkontekstualisasikan ideologi Soekarno dalam bentuk bahasa yang mudah dicerna dan dimengerti. Namun, Lanjut Burhanudin, kekurangan Jokowi adalah tidak berhasil mengartikulasiskan visi misi yang sarat ideologi Trisakti tersebut.

"Akibat tidak berhasil mengartikulasikannya, tingkat variabel Soekarno pada Jokowi, dari sisi penampilan, sisi retorika, dan simbol, kalah kuat dari Prabowo," ujar Burhanudin.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved