Breaking News:

Calon Presiden 2014

Perusahaan Prabowo Belum Bayar Gaji Buruh? Fadli Zon: Sudah Beres

"Itu dari awalnya pun banyak sekali utangnya. Pelan-pelan diselesaikan," kata Fadli Zon.

tribunnews.com/andri malau
fadli zon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon menegaskan tunggakan gaji karyawan PT Kertas Nusantara (sebelumnya bernama PT Kiani Kertas), sudah diselesaikan semuanya sehingga sudah tidak ada lagi permasalahan tunggakan gaji yang belum dibayarkan.

"Sudah selesai itu. Sudah tidak ada masalah. Itu yang mengerjakan profesional. Bertahun-tahun Pak Prabowo tidak pernah mengerjai itu kok," tegas Fadli Zon, di kompleks Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Lebih jauh dia akui bahwa perusahaan kertas milik Prabowo itu sempat tak beroperasi karena lilitan utang. Akan tetapi perlahan-lahan persoalan utang perusahaan itu dilunasi.

"Itu dari awalnya pun banyak sekali utangnya. Pelan-pelan diselesaikan. Sekarang ini posisinya masih terus berjalan. Masih belum selesai semua. Masih banyak tanggungan," tuturnya.

Dia juga jelaskan bahwa perusahaan tersebut, bukan secara langsung dikelola oleh Prabowo. Capres nomor urut 1 itu hanya sebagai stakeholder pada perusahaan tersebut.

"Pak Prabowo hanya sebagai stakeholder. Bukan profesionalnya. Tidak mengerjakan itu. Karena Pak Prabowo melihat industri itu penting. Karena Pak Prabowo ini kan sangat pro kepada industri. Karena itu banyak menyerap lapangan kerja. Dan banyak menghasilkan value adem bagi bangsa ini," jelas Fadli Zon.

Kembali dia tegaskan bahwa persoalan tunggakan gaji karyawan tersebut kini telah diselesaikan. Sehingga saat ini persoalan tersebut sudah beres.

"Dan itu cerita dulu. Saat ini setahu saya itu sudah diserahkan kepada profesional. Sudah bertahun-tahun. Tunggakan gaji itu sudah beres itu. Itu black Campaign saja oleh pihak-pihak yang tidak suka. Jadi sudah tidak ada masalah," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar mengecam Prabowo karena hingga kini masih menyisakan luka bagi sebagian buruh.

Prabowo dianggap belum memenuhi kewajibannya membayar upah para buruh di PT Kiani Kertas, sebuah perusahaan kertas di Kalimantan Timur. "Sebelah sana ada upah yang belum dibayar. Ini kita kecam, buruh upahnya gak dibayar," ujar Timboel di Seknas Jokowi, Jakarta, Kamis (29/5/2014).

Timboel mengatakan, Jokowi dan Prabowo memiliki latar belakang yang sama sebagai pengusaha. Jokowi adalah pengusaha mebel di Surakarta, sementara Prabowo menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Kiani Kertas.

Namun, kata Timboel, rekam jejal keduanya bertolak belakang. Jokowi dianggap tidak memiliki masalah yang berkaitan hubungan kerja dengan bawahannya. "Ini kita lihat pengalaman, track record masa lalu menjadi sebuah acuan bagaimana kita berharap ke depan. Masalah perburuhan dilakukan kepemimpinan riil, bukan hanya janji," kata Timboel

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved