Breaking News:

Calon Presiden 2014

Piagam Perjuangan Marsinah, Komitmen Jokowi Berikan Tri Layak Pekerja dan Buruh

"Jokowi menegaskan komitmen perjuangannya yang dinamakan TRI Layak, menyangkut kerja layak, upah layak dan hidup layak pekerja".

ist
Jokowi menemui ribuan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jonggor, Tegal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sebelum melakukan persiapan untuk debat malam nanti, Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani 9 Piagam Perjuangan Rakyat, di posko pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Jalan Subang nomor 9 A, Menteng, Jakarta, Sabtu (5/7/2914).

Tim Pemenangan Jokowi- Jusuf Kalla (JK), Rieke Diah Pitaloka menegaskan penandatangan 9 Piagam ini sebagai bentuk sikap danmomitmen Jokowi berjuang untuk rakyat. Kesembilan Piagam Perjuangan ini ditandatangani Jokowi diatas materai.

Salah satu Piagam Perjuangan tersebut adalah piagam perjuangan Marsinah. "Marsinah, tokoh buruh. Jokowi menegaskan komitmen perjuangannya yang dinamakan TRI Layak, menyangkut kerja layak, upah layak dan hidup layak pekerja," ungkap anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan yang terkenal berjuang buah buruh ini, di Media Center JKW4P, Jakarta. Sabtu (5/7/2014).

Berikut kutipan isi piagam tersebut seperti dikutip Tribunnews.com dari salinan yang diterima, Sabtu (5/7/2014).

Dalam piagam tersebut, Jokowi jelas-jelas menegaskan komitmennya untuk mematuhi perintah konstitusi, yakni tugas Pemerintah adalah melindungi, mencerdaskan dan Mensejahterakan rakyat, termasuk bagi kaum buruh.

"Pemerintah yang kelak akan saya pimpin harus membangun sistem perlindungan bagi kaum buruh dan rakyat pekerja pada umumnya, apapun profesinya. Komitmen itu saya namakan Tri Layak Rakyat Pekerja, ya g sudah saya sampaikan salam pernyataan politik resmi, pada hari buruh internasional, 1 Mei 2014," ungkap Jokowi.

Karena itu pula, Jokowi menegaskan komitmen akan bekerja kaum buruh dan seluruh rakyat pekerja lainnya untuk mewujudkan:

1. Kerja Layak, yaitu terpenuhinya situasi kerja ya g berkeadilan, terpenuhinya hak-hak dasar pekerja. Perjuangan bersama yang tak boleh berhenti untuk menghapuskan sistem tenaga kerja kontrak dan outsourcing, yang merupakan bagian Dari perbudakan moderen. Selain itu, kesehatan dan keselamatan kerja jadi bagian tak terpisahkan untuk memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup dan masyarakat.

2. Upah Layak, yaitu penghargaan atas kerja yang dilakukan dan harus didukung oleh kebijakan politik yang bukan politik upah murah. Upah yang berkeadilan, termasuk memperpendek jarak perbedaan upah antara atasan dan bawahan. Penentuan upah pun harus berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup yang layak bagi pekerja dan keluarganya.

3. Hidup Layak, yaitu kehidupan yang layak bagi buruh dan rakyat pekerja lainnya, tidak boleh hanya bersandar pada upah ya g diterimanya. Negara harus hadir, Pemerintah wajib sejahterakan buruh dan rakyat pekerja lainnya. Sebagai kompensasi atas pajak yang telah dibayarkan oleh rakyat pekerja dan pemberi kerja. Pemerintah tidak boleh lagi abai terhadap pemenuhan hak rakyat pekerja atas ekonomi, politik, sosial dan budaya, hak atas jaminan pendidikan termasuk bagi anak-anaknya, dan jaminan sosial, perumahan layak bagi rakyat pekerja dan transportasi yang aman dan nyaman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved