Calon Presiden 2014

LSI Sebut Pernyataan Burhan Tepat, Tapi Momennya Salah

"Hanya enggak tepat waktunya karena ada dua hasil survei yang berbeda," lanjutnya.

LSI Sebut Pernyataan Burhan Tepat, Tapi Momennya Salah
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pembicara Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby (kanan) saat menggelar konferensi pers mengenai kriminalisasi temuan ilmiah di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (17/6/2014). LSI menyesalkan tindakan terburu-buru Fadli Zon atas nama Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta yang sudah mempolisikan sebuah temuan ilmiah. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby menanggapi soal pernyataan Burhanuddin Muhtadi yang mengklaim hasil hitungan cepatnya sudah pasti akurat.

"Apa yang disampaikan Burhan tepat, meyakini bahwa hasil quick count benar," ujar Adjie kepada wartawan saat konferensi pers di Graha dua Rajawali, Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (17/7/2014) siang.

"Hanya enggak tepat waktunya karena ada dua hasil survei yang berbeda," lanjutnya.

Adji mengatakan, lembaga survei yang kredibel sudah berpengalaman melakukan hitung cepat, baik di pilpres maupun pilkada. Dirinya menyebutkan hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil resmi yang dikeluarkan KPU, yakni akurat serta bisa dipertanggung jawabkan.

"Karena pengalaman kita sudah ratusan kali lakukan quick count. Hasil KPU nanti tidak akan berbeda jauh dengan hasil quick count," terangnya.

"Mengapa keyakinan Burhan begitu tinggi, karena persiapannya bertahapnya itu sebelum kegiatan pemilihan umum. Jadi prosesnya lama," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Indikator Burhanuddin Muhtadi membuat pernyataan, Jika hasil perhitungan KPU berbeda dengan hasil quick count, ada kesalahan dengan KPU.(Rahmat Patutie)

Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved