Breaking News:

Eva: Harus Dibedakan, Pengusung dan Partai yang Baru Bergabung Jokowi-JK

Eva menilai harus ada pembedaan antara partai politik yang sejak awal mengusung dengan partai yang baru bergabung dalam koalisi Jokowi-JK.

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Politisi Senayan dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari berkunjung ke Redaksi Tribunnews.com. Jakarta. Kamis (30/1/2014) kunjungan Eva Kusuma Sundari melakukan livechat dengan pembaca tribunnews.com, serta diskusi berbagai perkembangan politika di Indonesia. (TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla bakal menggunakan azas keadilan bagi partai yang baru bergabung usai pemilihan presiden. Demikian dikatakan anggota pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Senin (25/8/2014).

Eva menilai harus ada pembedaan antara partai politik yang sejak awal mengusung dengan partai yang baru bergabung dalam koalisi Jokowi-JK. "Ini demi keadilan, PKPI sama besar dengan PDIP kan engga mungkin," kata Politisi PDIP itu.

Mengenai kabar tiga partai yakni Demokrat, PAN dan PPP yang merapat ke kubu Jokowi-JK, Eva mengatakan pihaknya enggan mencampuri proses internal. Namun, ia berharap partai itu bisa bergabung untuk membangun politik gotong royong. "Ya ini kan bisa menjadi penguatan sistem presidensial," kata Eva.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengakui sempat ada pembicaraan antara Partai Amanat Nasional (PAN) dengan kubu Jokowi-JK soal koalisi.

Hasto menduga situasi sudah cukup stabil untuk membicarakan kemungkinan koalisi pascapemilihan presiden (pilpres).

"Kedua-duanya sama ingin bertemu, sama-sama punya komitmen terhadap bangsa negara, dan hal itu ada, ada suatu niatan setelah putusan MK tidak ada beban psikologis lagi, maka kita semua berdiri sama-sama untuk mengkedepankan kepemimpinan bangsa. Ada juga dialog seperti itu," jelasnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved