Breaking News:

Duet Jokowi JK

Pengamat: PAN dan PPP Paling Mungkin Merapat ke Jokowi-JK

"Kalau dua partai (PAN dan PPP) ini saja bisa gabung, kedepannya keadaan pemerintahan bisa stabil," ujar pengamat politik Arie Sudjito.

Editor: Rendy Sadikin
Warta Kota/Henry Lopulalan
Koalisi Merah Putih yang diwakili antara lain oleh Fahri Hamzah, Fadli Zon, Tantowi Yahya, Idrus Marham, Taufik Ridho, Taufik Kurniawan, dan M Romahurmuziy (kiri ke kanan) menggelar jumpa pers menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo-Hatta dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden, di Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Koalisi Merah Putih menyatakan mengakui keputusan MK tersebut, namun menganggap MK tidak mengindahkan pembuktian secara mendalam. Koalisi juga menegaskan akan mengawal pemerintahan dengan menjadi kekuatan penyeimbang. Warta Kota/Henry Lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dinilai sebagai partai dari Koalisi Merah Putih yang paling mungkin bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hal itu dikatakan pengamat politik Arie Sudjito, Rabu (3/9/2014). "Kalau dua partai (PAN dan PPP) ini saja bisa gabung, kedepannya keadaan pemerintahan bisa stabil," ujar pengamat politik Arie Sudjito, Rabu (3/9/2014).

Menurut Arie, selama ini partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih telah dirancang dengan pola pikir pragmatis. Hal tersebut memudahkan pilihan untuk tetap bertahan dalam koalisi sebelumnya menjadi goyah.

"Zulkifli Hasan bisa sebagai aktor untuk keluar dari Koalisi Merah Putih. Kemudian diikuti Hamzah Haz dan juga Suharso Monoarfa," kata Arie.

Arie berpendapat koalisi Jokowi-JK harus melakukan pendekatan-pendekatan, baik kepada organisasi maupun personal. Selain itu, pendekatan tidak hanya secara formal, tetapi juga mengedepankan arah masa depan demokrasi.

Selain PAN dan PPP, Arie juga menyebutkan dua partai lain yang berpotensi untuk bergabung dengan Jokowi-JK. Dua partai tersebut adalah Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved