Breaking News:

Geliat Partai Kabah

Sekjen PPP: Kecuali Kalau Jokowi Datang ke Kami, itu Lain Soal

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat itu pun menegaskan partainya sama sekali tidak menunggu tawaran posisi menteri dari PDIP

Kompas.com
M Romahurmuziy 

Tribunnews.com, Jakarta- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sempat terang-terangan menyatakan ketertarikannya meminang Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin sebagai menteri dalam kabinet Jokowi-JK. Namun, posisi PPP kini masih berada di Koalisi Merah Putih.

Akankah tawaran itu membuat sikap PPP goyah?

Sekretaris Jenderal PPP, M Romahurmuzy mengaku tidak mempertimbangkan tawaran itu. "Jangankan petimbangan, ditawari saja belum. Jangan misalkan, kecuali kalau Jokowi datang langsung ke kami, itu lain soal lagi," ujar politisi yang akrab disapa Romy itu, Rabu (10/9/2014).

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat itu pun menegaskan partainya sama sekali tidak menunggu tawaran posisi menteri dari PDIP. Dia menegaskan sikap PPP saat ini adalah tetap bersama dengan koalisi Merah Putih.

Menurut dia, PPP ingin memberikan pendidikan politik atas konsistensi sikap partai. Selain itu juga, menjadi oposisi, sebut Romy, juga berguna memberikan fungsi pengawasan agar pemerintah yang berjalan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.

Pada 23-24 September mendatang, PPP akan menggelar mukernas. Agenda utama mukernas itu adalah menetapkan jadwal Muktamar sebagai satu-satunya forum untuk memilih ketua umum baru.

Kendati demikian, pelaksana tugas Ketua Umum PPP Emron Pangkapi menilai arah koalisi partainya mungkin saja akan dibicarakan dalam forum mukernas. Namun, dia tidak bisa memprediksi apakah arah koalisi PP bisa berubah. Emron juga enggan menanggapi soal tawaran posisi menteri kepada Lukman.

"Saya tidak berkapasitas komentari itu. Nanti diserahkan kepada mukernas," kata dia.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved