Senin, 27 April 2026

Membangun Masa Depan Infrastruktur Indonesia Bersama FT-SPK ITS

Mengenal peran teknik masa depan: Webinar Sosialisasi ITS buka peluang jurusan FT-SPK bagi siswa yang ingin berkontribusi pada pembangunan Indonesia.

Editor: Sri Juliati
ISTIMEWA/GANESHA OPERATION
WEBINAR ITS-GO - Mengenal peran teknik masa depan: Webinar Sosialisasi ITS membuka peluang jurusan FT-SPK bagi siswa yang ingin berkontribusi pada pembangunan Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia terus bergerak sebagai negara berkembang yang membangun infrastruktur, menata ruang kota, sekaligus menghadapi tantangan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin kompleks. 

Pembangunan hari ini tidak lagi sekadar menghadirkan jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga menuntut ketahanan terhadap perubahan iklim, urbanisasi cepat, serta dinamika global.

Dilansir dari laman resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pembangunan infrastruktur menuju visi Indonesia Emas 2045 perlu ditopang oleh riset dan inovasi sebagai fondasi utama.

Infrastruktur masa depan dituntut berbasis sains, adaptif terhadap risiko bencana, terintegrasi dengan teknologi digital, serta selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon. 

Pendekatan ilmiah ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga relevan dengan tantangan jangka panjang.

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di bidang teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FT-SPK) menghadirkan spektrum keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. 

Untuk memperkenalkan lebih jauh peran dan peluang di bidang ini, digelar Webinar Sosialisasi ITS yang menjadi jembatan informasi bagi para siswa dalam merancang masa depan pendidikannya.

Webinar Sosialisasi ITS: Jembatan Informasi bagi Calon Mahasiswa

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyebaran informasi pendidikan tinggi negeri, Ganesha Operation menggelar Webinar Sosialisasi ITS bertema "Membangun Masa Depan Bersama Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian ITS" pada 28 Februari 2026. 

Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui YouTube resmi Ganesha Operation dan platform Zoom, sehingga dapat diakses peserta dari berbagai daerah.

Webinar menghadirkan Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, M.M., serta Dekan Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FT-SPK) ITS, Prof. Adjie Pamungkas, S.T., M.Dev. Plg., Ph.D., sebagai pembicara utama. 

Selain itu, pemaparan juga disampaikan oleh perwakilan masing-masing departemen di lingkungan FT-SPK, mulai dari Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Lingkungan, Teknik Geomatika, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Geofisika, hingga Program Studi Teknik Pertambangan.

Baca juga: Kupas Tuntas Fakultas Teknik Undip, Ganesha Operation Gelar Webinar Interaktif Pengenalan PTN

Kolaborasi Pendidikan untuk Menyiapkan Generasi Teknik Masa Depan

Dalam pemaparannya, Prof. Bob Foster menekankan pentingnya perencanaan pendidikan yang matang sejak awal. 

Menurutnya, masa depan tidak terjadi begitu saja, tetapi perlu dirancang dengan kesadaran dan tindakan nyata. 

Siswa didorong untuk menjadi pribadi yang proaktif, yang mampu "membuat masa depan terjadi"melalui pilihan dan persiapan yang tepat.

Ia juga menyoroti ketatnya persaingan masuk ITS, khususnya di lingkungan FT-SPK melalui jalur SNBT. 

Data menunjukkan tingkat kelulusan yang relatif rendah di sejumlah program studi, seperti Teknik Sipil yang berada di kisaran 4,73 persen, Arsitektur 5,23 persen, hingga Perencanaan Wilayah dan Kota sekitar 8,42 persen. 

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa dibutuhkan strategi belajar yang terarah dan konsisten.

Karena itu, fokus terhadap tujuan menjadi kunci. Peserta diingatkan untuk tidak terdistraksi dan tetap berpegang pada visi yang telah ditetapkan. 

Dalam konteks pendampingan belajar, Ganesha Operation menerapkan pendekatan yang dikenal dengan Formula 3B: Belajar, Berlatih, dan Bertanding sebagai bentuk pembiasaan menghadapi pola seleksi yang kompetitif. 

Prinsip yang ditekankan sederhana namun mendasar, di mana keberhasilan merupakan hasil dari persiapan, kerja keras, dan konsistensi.

Sementara itu, Dekan FT-SPK ITS, Prof. Adjie Pamungkas, memaparkan kesiapan fakultas dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing global. 

Ia menjelaskan, FT-SPK terus berkembang, termasuk dengan hadirnya Program Studi Teknik Pertambangan yang kini membuka jalur seleksi lebih luas.

Selain itu, departemen di lingkungan FT-SPK juga menyelenggarakan International Undergraduate Program (IUP) bagi mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman perkuliahan berbahasa Inggris dan peluang jejaring internasional. 

Standar pendidikan fakultas pun telah mengantongi berbagai akreditasi internasional, mencerminkan komitmen terhadap mutu dan pengakuan global.

Kolaborasi antara pendampingan belajar yang terstruktur dan kualitas pendidikan tinggi yang terstandar internasional inilah yang diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan yang lulusannya tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Ragam Departemen dan Spektrum Keilmuan FT-SPK ITS

Keunggulan FT-SPK ITS terletak pada spektrum keilmuan yang luas namun saling terintegrasi. 

Setiap departemen memiliki karakteristik dan peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan masa kini.

a. Infrastruktur dan Rekayasa

Di ranah infrastruktur, Teknik Sipil menjadi fondasi utama pembangunan fisik. Keilmuan ini mencakup perancangan, pembangunan, hingga pemeliharaan berbagai infrastruktur seperti gedung, jembatan, jalan, bendungan, dan sistem transportasi. 

Perannya tidak sekadar teknis, tetapi juga menyangkut kebermanfaatan langsung bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Program Studi Teknik Pertambangan sebagai program baru di FT-SPK hadir dengan pendekatan multidisiplin. 

Mahasiswa dibekali dasar sains seperti matematika, fisika, kimia, dan geologi, sekaligus aplikasinya dalam pengelolaan sumber daya alam. 
Karier lulusannya pun terbuka luas, khususnya di sektor industri pertambangan dan energi.

b. Lingkungan dan Kebumian

Pada aspek keberlanjutan, Teknik Lingkungan memegang peran penting di hampir seluruh sektor industri. Setiap proses produksi berpotensi menghasilkan limbah, dan di sinilah peran ahli lingkungan dibutuhkan untuk memastikan pengelolaan yang aman dan sesuai regulasi.

Teknik Geofisika memperluas cakupan keilmuan dengan menggabungkan geologi, matematika, dan fisika untuk memahami dinamika bumi, termasuk apa yang berada di bawah permukaan tanah. 

Bidangnya tidak hanya berkaitan dengan energi, tetapi juga mitigasi bencana dan eksplorasi.

Adapun Teknik Geomatika menonjol dalam bidang pemetaan dan pengolahan data spasial. 

Menariknya, data internal ITS menunjukkan bahwa lulusan Teknik Geomatika ITS umumnya telah terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah kelulusan, mencerminkan tingginya kebutuhan tenaga ahli di bidang ini.

c. Perencanaan dan Desain Ruang

Di sisi perencanaan ruang, Arsitektur tidak semata menuntut kemampuan menggambar sejak awal. 

Keterampilan desain akan berkembang seiring proses perkuliahan. 

Departemen ini juga aktif merespons isu-isu aktual, termasuk tantangan generasi muda dalam memiliki hunian di masa depan melalui riset dan perancangan solusi yang relevan.

Sementara itu, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) berfokus pada pengelolaan dan perancangan kawasan agar kota dapat berkembang secara terarah dan berkelanjutan. 

Dengan sudut pandang spasial, lulusan PWK memiliki peluang karier yang beragam di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga industri swasta.

Keseluruhan departemen tersebut menunjukkan bahwa FT-SPK ITS tidak hanya menawarkan pilihan program studi, tetapi juga ekosistem keilmuan yang saling mendukung dalam membangun infrastruktur, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta merancang ruang hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Menyongsong Masa Depan dengan Perencanaan yang Matang

Pembangunan Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia di bidang teknik. 

Infrastruktur yang tangguh, kota yang tertata, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga visioner dan siap menghadapi tantangan global.

Karena itu, memahami pilihan jurusan sejak dini menjadi langkah strategis. Mengenali karakter setiap program studi, peluang karier, hingga kompetensi yang dibutuhkan akan membantu calon mahasiswa menentukan arah dengan lebih mantap.

Memilih jurusan bukan sekadar menentukan tempat melanjutkan pendidikan, tetapi juga menentukan peran yang akan diambil dalam pembangunan bangsa. 

Dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, generasi muda hari ini berpeluang menjadi motor penggerak Indonesia masa depan. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved