Tes Kemampuan Akademik
TKA SD dan SMP: Ketika Siswa Bersiap, Orang Tua Bertanya, dan Guru Membimbing
TKA bukan sekadar ujian. Ini soal kesiapan, strategi, dan cara berpikir. Sudah siapkah siswa, orang tua, dan guru menghadapinya?
Oleh: Lia Yulianti
Manajer Produksi Materi Pelajaran GO
TRIBUNNEWS.COM - "Bu, TKA itu sulit nggak?"
Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi siswa kelas 6 dan kelas 9, Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan sekadar ujian biasa.
Ia terasa seperti gerbang baru menuju jenjang pendidikan berikutnya, menuju persaingan yang lebih luas, bahkan menuju gambaran tentang kemampuan diri mereka sendiri.
Di rumah, orang tua mulai memperhatikan kalender. Mereka membaca jadwal pelaksanaan, berdiskusi dengan guru, dan mulai bertanya dalam hati: Apakah anak saya sudah siap? Apakah ia hanya belajar untuk nilai, atau benar-benar memahami materi?
Di sekolah, guru melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Mereka memahami bahwa TKA bukan sekadar menguji hafalan, melainkan mengukur pemahaman, penalaran, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru tahu, inilah saatnya memastikan pembelajaran benar-benar bermakna.
TKA menjadi titik temu tiga harapan: kepercayaan diri siswa, kekhawatiran orang tua, dan tanggung jawab guru.
Pemerintah melalui Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 047/H/AN/2025 telah menetapkan Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat.
TKA bukan sekadar ujian tambahan. Ia dirancang sebagai tes terstandar yang memberikan gambaran objektif tentang capaian akademik murid di seluruh Indonesia.
Di tengah perbedaan standar penilaian antar sekolah, TKA hadir untuk menjawab kebutuhan akan ukuran yang adil dan dapat diperbandingkan.
Lalu, apa sebenarnya TKA? Apa tujuannya? Bagaimana skemanya? Mata pelajaran apa saja yang diujikan? Dan yang paling penting: bagaimana strategi agar siswa sukses? Mari kita kupas tuntas.
Apa Itu TKA dan Mengapa Penting?
Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD kelas 6 dan SMP kelas 9 dirancang sebagai asesmen terstandar untuk memetakan capaian akademik siswa secara objektif dan dapat dibandingkan secara nasional.
TKA bukan penentu kelulusan sekolah. Kelulusan tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan. Namun TKA berfungsi sebagai alat ukur kemampuan yang lebih adil lintas sekolah.
Jadwal TKA SD dan SMP 2026
Jadwal TKA 2026 telah diumumkan oleh Kemendikdasmen dan dirinci sebagai berikut:
| Tahapan | Tanggal |
| Pendaftaran Peserta | 19 Jan – 28 Feb 2026 |
| Simulasi TKA SMP | 23 Feb – 1 Mar 2026 |
| Simulasi TKA SD | 2 Mar – 8 Mar 2026 |
| Gladi Bersih (full test) | 9 Mar – 17 Mar 2026 |
| Pelaksanaan TKA SMP | 6 – 16 Apr 2026 |
| Pelaksanaan TKA SD | 20 – 30 Apr 2026 |
| Pelaksanaan Susulan | 11 – 19 Mei 2026 |
| Pengolahan Hasil | 20 – 24 Mei 2026 |
| Pengumuman Hasil | 25 – 26 Mei 2026 |
Mata Uji TKA SD dan SMP
Berdasarkan Pasal 3 dan bagian II melalui Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 047/H/AN/2025 mata uji TKA untuk SD dan SMP mencakup:
- Bahasa Indonesia
- Matematika
Peserta wajib mengerjakan kedua mata uji tersebut.
Unsur Soal TKA SD dan SMP
TKA tidak hanya berisi soal tunggal sederhana. Struktur soal dirancang lebih variatif dan menuntut penalaran.
Untuk kelas 6 dan 9, komposisi soal terdiri dari kombinasi:
- 15 soal dari pusat (nasional)
- 7 soal acak dari kabupaten/kota
- 8 soal asli kabupaten/kota
Total 30 soal yang merupakan kombinasi antara standar nasional dan konteks lokal.
Ini berarti siswa diuji tidak hanya kemampuan umum, tetapi juga adaptasi terhadap variasi soal daerah.
Jenis soal dalam TKA meliputi:
- Pilihan ganda sederhana (satu jawaban benar)
- Pilihan ganda kompleks (lebih dari satu jawaban benar)
- Soal kategori (benar/salah atau sesuai/tidak sesuai)
- Soal berbasis stimulus teks atau data
Skema dan Jenis Soal TKA
TKA menggunakan dua jenis penyajian soal:
- Soal tunggal (berdiri sendiri)
- Soal grup (beberapa soal berdasarkan satu stimulus)
Terdapat tiga bentuk soal:
- Pilihan ganda sederhana (satu jawaban benar)
- Pilihan ganda kompleks model multiple choice multiple answers (lebih dari satu jawaban benar)
- Pilihan ganda kompleks model kategori (respon benar/salah atau sesuai/tidak sesuai untuk tiap pernyataan)
Artinya, siswa tidak hanya diminta memilih satu jawaban, tetapi juga: Menganalisis beberapa pernyataan, Menentukan kombinasi jawaban benar, dan Mengambil keputusan berbasis penalaran.
TKA SD: Apa yang Diujikan?
1. Bahasa Indonesia SD
Fokus utama: keterampilan membaca.
Jenis teks: Teks informasi (fakta sederhana, skala lokal/nasional) dan Teks fiksi (cerita rekaan, alur maju, konflik tunggal)
Kompetensi yang diukur: Pemahaman tekstual (informasi tersurat), Pemahaman inferensial (menarik kesimpulan), dan Evaluasi dan apresiasi (menilai gagasan, merefleksi isi teks)
Siswa tidak cukup bisa membaca. mereka harus: mengidentifikasi, menyimpulkan, mengevaluasi, dan merefleksikan isi bacaan.
2. Matematika SD
Elemen materi: Bilangan, Geometri & pengukuran, dan Data
Level kognitif: Pengetahuan & Pemahaman, Aplikasi, dan Penalaran
Yang menarik: TKA SD sudah mengukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah, bukan sekadar hitung cepat.
TKA SMP: Lebih Kompleks dan Lebih Mendalam
Tetap fokus pada membaca, namun dengan:
- Teks lebih panjang (200–250 kata)
- Struktur kalimat lebih kompleks
- Analisis antarteks
Kompetensi:
- Identifikasi istilah dan informasi penting
- Analisis hubungan antar gagasan
- Prediksi peristiwa
- Evaluasi keakuratan isi. Siswa dituntut berpikir kritis, bukan sekadar menemukan jawaban literal.
2. Matematika SMP
Elemen materi: Bilangan, Aljabar, Geometri & pengukuran, dan Data & peluang
Level kognitif: Knowing & Understanding, Applying, dan Reasoning (termasuk generalisasi)
Kemampuan yang harus dikuasai:
- Memodelkan masalah kontekstual,
- Mengaitkan berbagai konsep,
- Mengevaluasi strategi solusi,
- Menarik kesimpulan valid.
Strategi Mendapatkan Nilai TKA Tinggi: Bukan Soal Pintar, Tapi Soal Siap
Nilai TKA tinggi itu bukan hadiah. Ia adalah hasil dari kesiapan. Banyak siswa berpikir, "dapat nilai tinggi pasti yang paling pintar."
Padahal kenyataannya berbeda. Yang mendapat nilai tinggi biasanya adalah siswa yang:
- Lebih siap.
- Lebih terlatih.
- Lebih tenang saat mengerjakan soal.
Jika siswa ingin nilai TKA tinggi, mari kita ubah cara berpikirnya dulu: TKA bukan menguji hafalan. TKA menguji cara berpikir dan cara berpikir itu bisa dilatih.
1. Pahami Pola Soal, Bukan Sekadar Materi
Kesalahan terbesar siswa adalah merasa sudah belajar karena sudah membaca materi.
Padahal TKA tidak hanya bertanya "apa jawabannya?", tetapi "mengapa jawabannya begitu?"
Strateginya:
- Latih membaca soal sampai benar-benar paham maksudnya.
- Biasakan mencari kata kunci.
- Latih soal berbasis teks panjang.
- Kerjakan soal yang menuntut lebih dari satu jawaban.
Ingat: Yang sering membuat siswa kehilangan nilai bukan karena tidak bisa, tetapi karena tidak teliti!
2. Kuasai Literasi: Membaca Itu Senjata Utama
Untuk Bahasa Indonesia, nilai tinggi tidak datang dari hafalan teori. Ia datang dari kebiasaan membaca.
Strateginya biasakan untuk:
- Membaca teks 200–300 kata setiap hari.
- Mencari ide pokok.
- Menyimpulkan isi bacaan.
- Menjawab pertanyaan tanpa melihat ulang teks.
Semakin sering siswa membaca, semakin cepat otak memahami pola dan di TKA, kecepatan memahami teks adalah keuntungan besar.
3. Latih Matematika dengan Penalaran, Bukan Kecepatan
Matematika TKA bukan lomba cepat hitung.
Ia menguji:
- Apakah kamu paham konsep.
- Apakah kamu bisa memodelkan masalah.
- Apakah kamu bisa mengaitkan beberapa informasi.
Strateginya:
- Jangan langsung hitung. Pahami dulu masalahnya.
- Tulis langkah berpikir.
- Latih soal cerita dan kontekstual.
- Biasakan mengecek kembali hasil akhir.
Nilai tinggi sering hilang karena siswa terlalu terburu-buru.
4. Kuasai Manajemen Waktu
Nilai tinggi bukan hanya soal benar atau salah. Ia juga soal waktu.
Saat latihan:
- Gunakan timer.
- Catat waktu pengerjaan.
- Biasakan menyisakan waktu untuk mengecek ulang.
Di hari H:
- Kerjakan soal yang mudah dulu.
- Jangan terpaku terlalu lama pada satu soal.
- Tandai soal sulit, kembali lagi nanti.
5. Strategi Sukses Menghadapi TKA dengan 3B: Belajar, Berlatih, Bertanding
Untuk meraih TKA yang unggul tidak cukup hanya "belajar keras". Dibutuhkan strategi terstruktur yang memadukan 3 komponen kunci berikut dalam satu aplikasi GO Expert:
a) Belajar — Memahami, Bukan Menghafal
- Fokus pada pemahaman konsep utama Bahasa Indonesia dan Matematika
- Gunakan pendekatan soal berbasis konteks, bukan sekadar rumus atau jawaban cepat
- Buat ringkasan materi dan peta pikir untuk setiap tema
b) Berlatih — Eksplorasi Variasi Soal
- Latihan soal pusat dan soal daerah
- Gunakan simulasi TKA dari Kemendikdasmen untuk adaptasi format soal
- Gunakan Aplikasi GO Expert dari Ganesha Operation:
- Aplikasi GO Expert menyediakan ribuan bank soal latihan sesuai format terbaru
- Fitur pembahasan step-by-step meningkatkan kemampuan analitis
- Soal-soal yang disajikan terbukti sangat mirip dengan berbagai ujian sehingga relevan dengan TKA yang akan segera dihadapi siswa.
c) Bertanding — Kompetisi dan Simulasi
- Ikuti simulasi, try-out, dan kompetisi internal maupun antar sekolah
- Bukan sekadar latihan – tetapi evaluasi capaian dalam situasi "berlomba"
- Evaluasi Prestasi Belajar (EPB) untuk mengevaluasi pengerjaan soal siswa bahkan hingga per butir soal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-TKA-Ilustrasi-TKA-SD-SMP-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.