Bukan Sekadar Menyimpan Dokumen, Jurusan Kearsipan Punya Prospek Besar di Era Digital
Arsip tidak hanya berkaitan dengan dokumen bersejarah, tetapi juga menjadi sumber informasi yang mendukung berbagai aktivitas.
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 9 Juni, dunia memperingati Hari Arsip Internasional atau International Archives Day.
Peringatan ini pertama kali diluncurkan oleh International Council on Archives (ICA) pada 2007 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip dalam kehidupan modern.
Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya ICA di bawah naungan UNESCO pada 9 Juni 1948.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran arsip justru semakin penting.
Arsip tidak hanya berkaitan dengan dokumen bersejarah, tetapi juga menjadi sumber informasi yang mendukung berbagai aktivitas pemerintahan, pendidikan, bisnis, hingga layanan publik.
Melalui arsip, berbagai data dan informasi dapat disimpan, dikelola, serta diakses kembali saat dibutuhkan.
Transformasi dari sistem analog menuju digital juga menghadirkan tantangan baru.
Semakin banyak dokumen yang kini dibuat dan disimpan dalam bentuk elektronik, sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih modern.
Karena itu, profesi arsiparis tidak lagi identik dengan menjaga tumpukan berkas di ruang penyimpanan, melainkan berperan dalam memastikan informasi tetap aman, terorganisasi, dan mudah diakses di era digital.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa bidang kearsipan masih sangat relevan dan dibutuhkan di masa depan.
Jurusan Kearsipan, Belajar Mengelola Informasi di Era Modern
Jurusan Kearsipan merupakan program studi yang mempelajari pengelolaan arsip dan informasi agar dapat tersimpan dengan baik, mudah ditemukan kembali, serta memiliki nilai guna bagi organisasi maupun masyarakat.
Bidang ini tidak hanya berkaitan dengan dokumen fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan arsip digital yang semakin banyak digunakan di berbagai sektor.
Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek pengelolaan arsip dan records management, mulai dari penyusunan sistem penyimpanan, pengelolaan dokumen digital, preservasi arsip, hingga penerapan standar dan praktik terbaik dalam tata kelola informasi.
Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan data, yang menjadi bagian penting dari tata kelola organisasi modern.
Selain teori, jurusan ini umumnya memiliki unsur praktik yang cukup kuat.
Mahasiswa dilatih untuk menerapkan berbagai metode pengelolaan arsip sesuai kebutuhan lembaga, sekaligus mengembangkan keterampilan analisis, ketelitian, serta kemampuan mengelola informasi secara sistematis.
Pilihan PTN yang Membuka Jurusan Kearsipan
Meski belum tersedia di banyak perguruan tinggi, jurusan Kearsipan dan program studi sejenis dapat ditemukan di sejumlah PTN di Indonesia.
Umumnya, program studi ini diselenggarakan dalam jenjang Sarjana Terapan (D4) dengan fokus pada pengelolaan arsip, rekod, dan informasi digital.
Berikut beberapa PTN yang membuka program studi terkait kearsipan beserta daya tampung SNBT 2025:
- Universitas Indonesia (UI) – D4 Manajemen Rekod dan Arsip
Program studi ini membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang dan mengelola rekod serta arsip sesuai standar yang berlaku dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Pada tahun 2026, prodi ini memiliki daya tampung sebanyak 31 kursi untuk jalur SNBP dan 48 kursi untuk jalur SNBT.
2. Universitas Gadjah Mada (UGM) – D4 Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi
Program studi yang berfokus pada pengembangan kompetensi profesional di bidang kearsipan dengan wawasan nasional dan standar internasional.
Prodi ini memiliki daya tampung pada jalur SNBP sebanyak 23, serta jumlah yang sama untuk daya tampung di jalur SNBT.
3. Universitas Airlangga (Unair) – D4 Kearsipan dan Informasi Digital
Program studi ini menitikberatkan pada pengelolaan arsip dan informasi berbasis digital untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di sektor pemerintahan maupun swasta.
Daya tampungnya masing-masing sebanyak 29 kursi pada jalur SNBP dan SNBT tahun 2026 ini.
4. Politeknik Negeri Malang (Polinema) – D4 Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi
Menyiapkan lulusan yang kompeten dalam pengelolaan arsip dan rekaman informasi dengan orientasi profesional dan daya saing global.
Pada SNPMB 2026, prodi ini membuka 19 kursi pada jalur SNBP dan 26 kursi untuk jalur SNBT.
5. Universitas Padjadjaran (Unpad) – D4 Kearsipan Digital
Program studi ini berfokus pada digitalisasi arsip dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan dokumen dan data.
Daya tampungnya sebanyak 11 kursi pada jalur SNBP, sedangkan untuk jalur SNBT mereka menyediakan 15 kursi untuk diperjuangkan.
Apakah Jurusan Kearsipan Cocok untukmu?
Seperti halnya program studi lain, jurusan Kearsipan akan lebih mudah dijalani oleh mahasiswa yang memiliki minat dan karakter yang sesuai.
Bidang ini cocok bagi siswa yang teliti, terorganisir, dan terbiasa bekerja secara sistematis.
Kemampuan mengelola informasi, memperhatikan detail, serta menjaga ketepatan data juga menjadi keterampilan penting karena pekerjaan di bidang kearsipan berkaitan erat dengan pengelolaan dokumen dan informasi yang harus dapat ditemukan kembali secara cepat dan akurat.
Namun, jurusan Kearsipan saat ini tidak lagi hanya berhubungan dengan dokumen fisik atau arsip sejarah.
Perkembangan teknologi telah mendorong bidang ini semakin dekat dengan pengelolaan arsip digital, informasi elektronik, dan tata kelola data modern.
Karena itu, siswa yang memiliki ketertarikan pada administrasi, dokumentasi, manajemen informasi, maupun teknologi digital dapat mempertimbangkan jurusan ini sebagai pilihan studi.
Jika kamu termasuk orang yang senang menyusun data secara rapi, mengelola dokumen dengan teratur, dan tertarik memanfaatkan teknologi untuk mengelola informasi, jurusan Kearsipan bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
Prospek Karier yang Terus Berkembang di Era Digital
Lulusan jurusan Kearsipan memiliki peluang karier yang cukup beragam.
Selain menjadi arsiparis, mereka juga dapat berkarier sebagai records manager, document controller, administrator database, spesialis kearsipan digital, konsultan kearsipan, hingga pengelola informasi dan dokumentasi.
Sejumlah lulusan juga dapat bekerja sebagai staf administrasi, staf legal, pustakawan, kurator, maupun wirausahawan yang bergerak di bidang pengelolaan dokumen dan informasi.
Peluang kerja tersebut tersedia di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, museum, perpustakaan, hingga organisasi yang mengelola data dan arsip digital.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan informasi yang cepat, akurat, dan aman, peran tenaga profesional di bidang kearsipan semakin dibutuhkan.
Karena itu, jurusan kearsipan dapat menjadi pilihan menarik bagi siswa yang memiliki minat pada pengelolaan data, informasi, dan teknologi digital.
Momen Hari Arsip Internasional ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap informasi yang tersimpan dengan baik, terdapat peran penting para profesional yang memastikan arsip tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan untuk masa depan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hari-Arsip-Internasional.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.